Ketegangan Israel-AS Membara, Menhan Katz: Tak Ada yang Bisa Mendikte Kami!

Tel Aviv — Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, melontarkan pernyataan keras yang menunjukkan keretakan hubungan diplomatik dengan sekutu utama mereka, Amerika Serikat. Dalam wawancara eksklusif

Jul 08, 2026 - 05:55
0 0
Ketegangan Israel-AS Membara, Menhan Katz: Tak Ada yang Bisa Mendikte Kami!

Tel Aviv — Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, melontarkan pernyataan keras yang menunjukkan keretakan hubungan diplomatik dengan sekutu utama mereka, Amerika Serikat. Dalam wawancara eksklusif dengan Channel 14, media lokal Israel, Katz secara gamblang menegaskan bahwa Israel tidak akan menerima intervensi atau instruksi dari pihak mana pun, termasuk Washington.

"Jika Iran menyerang kami, kami akan bertindak segera dan merespons dengan kekuatan. Tidak ada yang dapat memberitahu kami apa yang harus dilakukan, dan kami telah membuktikannya," tegas Katz dalam pernyataan yang dikutip dari laporan Middle East Monitor, Sabtu (20/6/2026).

"Jika Iran menyerang kami, kami akan bertindak segera dan merespons dengan kekuatan. Tidak ada yang dapat memberitahu kami apa yang harus dilakukan, dan kami telah membuktikannya."

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya kritik dari AS terhadap sikap para pejabat Tel Aviv yang menolak kesepakatan damai antara AS dan Iran. Kesepakatan yang dinegosiasikan oleh Washington dengan Teheran tersebut dinilai oleh Israel sebagai ancaman eksistensial yang tidak dapat ditoleransi. Penolakan keras Israel terhadap diplomasi ini telah menjadi sumber gesekan diplomatik yang semakin memanas antara kedua negara sekutu tersebut.

Channel 14, yang dikenal memiliki kedekatan dengan kalangan sayap kanan pemerintah Israel, menjadi platform bagi Katz untuk menyampaikan pesan tegas ini. Dalam wawancara panjang tersebut, Menhan Israel itu juga mengingatkan kembali tentang kesiapan militer negaranya untuk merespons setiap ancaman dari Iran secara langsung dan proporsional—atau bahkan lebih dari sekadar proporsional. Sikap ini mencerminkan doktrin militer Israel yang menekankan pencegahan (deterrence) sebagai pilar utama keamanan nasional mereka.

Hubungan Israel-AS telah menjadi semakin kompleks dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun kerja sama militer dan bantuan pertahanan tetap menjadi pilar penting, perbedaan strategis dalam menangani isu nuklir Iran terus melebar. Washington, di bawah tekanan internasional dan dinamika politik domestik, memilih jalur diplomasi untuk membatasi program nuklir Teheran. Sementara itu, Israel melihat setiap bentuk pengakuan atau normalisasi dengan Iran sebagai legitimasi terhadap rezim yang mereka anggap sebagai ancaman utama.

Penolakan Israel terhadap kesepakatan damai AS-Iran bukanlah hal baru, namun pernyataan terbuka Katz yang menantang sekutunya sendiri menunjukkan eskalasi baru dalam ketegangan bilateral. Dikutip oleh Beritatercepat.com dari berbagai sumber diplomatik, ada kekhawatiran bahwa keretakan publik semacam ini dapat mempersulit koordinasi strategis antara kedua negara dalam menghadapi krisis di Timur Tengah.

Menteri Pertahanan Israel itu juga menyiratkan bahwa negaranya telah memiliki catatan panjang dalam mengambil tindakan independen ketika kepentingan keamanan nasional dipertaruhkan. "Kami telah membuktikannya," tambah Katz, merujuk pada operasi-operasi militer sebelumnya yang dilakukan Israel tanpa persetujuan atau bahkan sepengetahuan AS. Pernyataan ini menegaskan kembali posisi Israel sebagai aktor yang siap bertindak sendiri dalam menghadapi apa yang mereka persepsikan sebagai ancaman langsung.

Reaksi dari pihak AS sendiri hingga berita ini diturunkan masih belum dapat dikonfirmasi. Namun para analis politik Timur Tengah yang dihubungi oleh media kami memperkirakan bahwa Washington kemungkinan akan merespons secara hati-hati, mengingat sifat strategis hubungan bilateral yang tidak hanya menyangkut keamanan Israel tetapi juga stabilitas kawasan secara keseluruhan.

Pernyataan Katz ini juga muncul di tengah spekulasi tentang kemungkinan konflik langsung antara Israel dan Iran dalam waktu dekat. Beberapa laporan intelijen yang beredar di kalangan terbatas menyebutkan peningkatan aktivitas militer di perbatasan utara Israel dan di wilayah-wilayah yang diduga menjadi basis proksi Iran. Ketegangan ini menambah kompleksitas geopolitik di kawasan yang sudah bergolak.

Dengan pernyataan tegas Menhan Israel tersebut, tampaknya Tel Aviv semakin mengirimkan sinyal bahwa mereka tidak akan membiarkan perjanjian internasional apa pun mengkompromikan apa yang mereka anggap sebagai hak mutlak untuk mempertahankan diri—sekalipun itu berarti harus berselisih dengan sekutu terkuat mereka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tasya-kamila

Reporter Teknologi. Reporter teknologi terkini dan rilis produk.

Comments (0)

User