Kecelakaan Maut di Indramayu Tewaskan 10 Orang
INDRAMAYU, DETIK INI JUGA — Kabar duka menyelimuti jalur pantai utara Jawa. Kecelakaan mengerikan antara minibus travel dan truk kontainer di Indramayu menelan 10 korban jiwa. Angka ini bertambah se...
INDRAMAYU, DETIK INI JUGA — Kabar duka menyelimuti jalur pantai utara Jawa. Kecelakaan mengerikan antara minibus travel dan truk kontainer di Indramayu menelan 10 korban jiwa. Angka ini bertambah setelah dua penumpang kritis dinyatakan meninggal di rumah sakit, Senin (27/5) pagi.
Kronologi Tabrakan Maut
Insiden terjadi sekitar pukul 02.30 WIB di KM 145 Jalan Raya Indramayu-Cirebon, tepatnya di Desa Kenanga, Kecamatan Sindang. Minibus bernomor polisi E 1234 AB yang mengangkut 14 penumpang melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta. Menurut olah TKP sementara, kendaraan oleng ke kiri dan menghantam bagian belakang truk kontainer B 9876 CD yang sedang parkir di bahu jalan karena pecah ban. Benturan dashyat memicu percikan api dan ledakan kecil yang membakar sebagian bodi minibus.
Saksi mata, Ahmad Suhendra, seorang warga sekitar, mengaku terbangun oleh suara benturan keras. "Pas saya keluar, asap sudah tebal. Saya sama warga lain langsung lari mau bantu, tapi api cepat membesar," tuturnya dengan wajah shock. Proses evakuasi awal dipimpin warga sebelum petugas tiba 15 menit kemudian.
Update Korban Terkini
Kapolres Indramayu AKBP Dedi Supriyanto merilis data terbaru pukul 09.00 WIB. Total korban meninggal bertambah dari 8 menjadi 10 orang. Dua di antaranya, penumpang perempuan berusia 35 dan 40 tahun, mengembuskan napas terakhir di IGD RSUD Indramayu akibat luka bakar serius. Empat penumpang lainnya masih berjuang melawan kritis dengan ventilator. Berikut fakta kunci kejadian:
- Total meninggal dunia: 10 orang (7 pria, 3 wanita)
- Korban luka berat: 4 orang (dirawat di RSUD Indramayu)
- Sopir minibus termasuk korban tewas
- Sopir truk selamat dan sedang dimintai keterangan
- Lokasi: Jalan Raya Indramayu-Cirebon KM 145, Desa Kenanga
Seluruh jenazah dievakuasi ke RSUD Indramayu untuk proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar. "Kami menggunakan sidik jari dan properti korban sebagai alat identifikasi. Keluarga korban diminta mendatangi posko crisis center di halaman RSUD," ujar AKBP Dedi.
Operasi Evakuasi dan Dampak Lalu Lintas
Operasi evakuasi berlangsung dramatis. Tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang melahap setengah badan minibus. Petugas terpaksa menggunakan alat berat untuk memotong kerangka kendaraan yang ringsek. Evakuasi total berlangsung hampir lima jam, menyebabkan kemacetan parah hingga 10 kilometer. Arus lalu lintas dialihkan melalui rute alternatif sejak pukul 05.00 WIB. Baru sekitar pukul 08.30 WIB, jalur pantura kembali normal.
Penyelidikan Mendalam Dilakukan
Polres Indramayu bersama Ditlantas Polda Jabar masih melakukan penyelidikan intensif. Dugaan sementara, kecelakaan dipicu oleh human error atau faktor kelelahan sopir. "Kami sudah melakukan tes urine terhadap sopir truk, hasilnya negatif narkoba. Minibus juga kami periksa black box-nya jika ada," terang Dedi. Tim laboratorium forensik juga tengah menguji sisa rem dan ban kendaraan untuk memastikan ada tidaknya malfungsi kendaraan.
Pihak perusahaan travel "Sumber Selamat" belum memberikan keterangan resmi. Manajemen hanya menyatakan sedang fokus penanganan korban. Sementara itu, Dinas Perhubungan Indramayu berjanji melakukan inspeksi kelayakan travel di wilayahnya.
Kecelakaan ini menambah daftar panjang tragedi di jalur pantura yang dikenal rawan. Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar lokasi sudah kondusif. Breaking News ini akan terus diupdate seiring perkembangan penyelidikan.
Baca juga:
Comments (0)