Monday, 24 August 2026 | 19:17 WIB

Kawanan Monyet Liar Bikin Panik Warga Bojong Kamal, Legok

BARU SAJA, kawanan monyet liar terpantau berkeliaran di pemukiman warga Desa Bojong Kamal, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten. Kehadiran satwa liar itu memicu keresahan dan kepanikan di teng...

Aug 24, 2026 - 17:24
0 0
Kawanan Monyet Liar Bikin Panik Warga Bojong Kamal, Legok

BARU SAJA, kawanan monyet liar terpantau berkeliaran di pemukiman warga Desa Bojong Kamal, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten. Kehadiran satwa liar itu memicu keresahan dan kepanikan di tengah masyarakat setempat.

Fenomena ini bukan pertama kali terjadi. Warga mengaku sejak beberapa pekan terakhir gerombolan monyet kerap turun dari kawasan hutan menuju permukiman. Satwa itu terlihat memanjat atap rumah, merusak tanaman, dan mengobrak-abrik kebun warga.

Saksi mata melaporkan kawanan tersebut berjumlah puluhan ekor. Mereka bergerak secara berkelompok dan tidak takut terhadap kehadiran manusia. Sejumlah warga sempat mencoba mengusir menggunakan suara keras dan lemparan. Namun monyet-monyet itu kembali lagi setelah suasana tenang.

Kerugian Mulai Dirasakan Warga

Dampak mulai terasa di sektor perkebunan warga. Tanaman palawija, pisang, dan singkong rusak akibat serangan kawanan monyet. Buah-buahan yang nyaris panen habis dimakan satwa tersebut. Warga mengaku mengalami kerugian materi yang tidak sedikit.

Keresahan tidak hanya soal tanaman. Anak-anak kini harus diawasi ekstra saat bermain di luar rumah. Beberapa ibu rumah tangga mengaku takut membiarkan pintu terbuka. Suasana desa yang biasanya tenang kini dibayangi kecemasan setiap kali terdengar suara gemerisik di pepohonan.

Warga juga khawatir monyet akan masuk ke dalam rumah saat penghuni sedang tidak berada di tempat. Sebagian rumah di pinggiran desa memang berbatasan langsung dengan area rimbun. Jarak yang dekat membuat satwa liar semakin mudah menjangkau permukiman.

Pemerintah Desa Turun Tangan

Pemerintah desa dikonfirmasi telah menerima laporan warga. Perangkat desa bersama tokoh masyarakat langsung melakukan pendataan. Mereka mencatat titik-titik yang paling sering didatangi kawanan monyet. Hasil pendataan itu menjadi bahan koordinasi dengan pihak kecamatan.

Koordinasi juga dilakukan dengan instansi terkait bidang kehutanan dan satwa liar. Petugas dilaporkan akan turun ke lokasi dalam waktu dekat. Rencananya dilakukan asesmen untuk mengetahui asal-usul kawanan monyet. Habitat alami satwa tersebut juga akan dipetakan ulang.

Opsi evakuasi dan penggiringan kembali ke habitat alami tengah dikaji. Penanganan diusahakan berjalan manusiawi tanpa melukai satwa. Pihak berwenang meminta warga bersabar selama proses penanganan berlangsung. Perkembangan terbaru akan diumumkan setelah asesmen selesai.

Data di lapangan menunjukkan kawanan monyet terbagi dalam beberapa kelompok. Masing-masing kelompok dipimpin satu pejantan dewasa yang berukuran besar. Warga mengenali monyet pemimpin itu karena bulunya paling tebal. Kelompok-kelompok tersebut kerap berpindah lokasi dari satu RT ke RT lain.

Kepala desa setempat menyebut kejadian serupa pernah terjadi dua tahun lalu. Saat itu kawanan monyet datang ketika musim kemarau panjang. Jumlahnya jauh lebih kecil dibandingkan sekarang. Setelah habitatnya dipulihkan, kawanan tersebut jarang terlihat lagi.

Warga berharap penanganan dilakukan secepatnya. Mereka tidak ingin konflik antara manusia dan satwa liar berlarut-larut. Sebagian warga mengusulkan pemasangan jaring atau perangkap di titik rawan. Ada pula yang meminta pengusiran massal secara terkoordinasi.

Imbauan dan Status Siaga

Pihak desa mengimbau warga tidak bertindak brutal terhadap monyet. Tindakan kekerasan justru berisiko memicu serangan balasan satwa. Warga diminta segera melapor jika kawanan muncul dalam jumlah besar. Jangan mencoba menangkap monyet secara sendirian.

Makanan dan sampah sebaiknya ditutup rapat. Bau makanan diketahui menarik perhatian satwa liar. Warga juga diminta tidak memberi makan monyet secara sembarangan. Kebiasaan itu justru membuat satwa semakin sering datang.

Ahli satwa liar menduga pemicu utamanya adalah menyempitnya kawasan hutan. Alih fungsi lahan membuat sumber pangan monyet berkurang. Akibatnya satwa liar terpaksa mencari makan hingga ke permukiman. Kondisi ini membutuhkan solusi jangka panjang dari pemerintah daerah.

Warga juga berharap ada edukasi tentang cara hidup berdampingan dengan satwa liar. Selama ini banyak warga yang panik saat melihat monyet. Edukasi dinilai penting agar penanganan tidak menimbulkan korban di kedua sisi. Pemerintah desa berjanji menggelar sosialisasi dalam waktu dekat.

Sementara itu, anak-anak sekolah diimbau tidak berhenti di pinggir hutan. Para orang tua diminta mengantar dan menjemput anak di sekolah. Beberapa titik rawan juga akan diberi tanda peringatan sementara. Langkah ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Hingga berita ini diturunkan, kawanan monyet masih terpantau di sekitar permukiman. Kondisi di lapangan berada dalam status siaga. Pihak berwenang terus memantau pergerakan satwa liar tersebut. Informasi terbaru akan disampaikan segera setelah ada perkembangan.

Hingga berita ini diturunkan, status masih siaga dan pemantauan terus berlanjut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User