Alumni Desak Audit Penerimaan Maba Usai Rektor Unsoed Ditangkap KPK
BARU SAJA — Keluarga Alumni Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mendesak audit total, evaluasi, dan reformasi tata kelola penerimaan mahasiswa baru. Desakan ini muncul menyusul penangkapan Rekto...
BARU SAJA — Keluarga Alumni Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mendesak audit total, evaluasi, dan reformasi tata kelola penerimaan mahasiswa baru. Desakan ini muncul menyusul penangkapan Rektor Akhmad Sodiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan.
Penangkapan itu menjadi peringatan keras bagi dunia pendidikan tinggi. Alumni menilai kasus ini tidak boleh dibiarkan menjadi perkara hukum semata tanpa perbaikan sistem.
Melalui pernyataan resminya, keluarga alumni menegaskan tiga tuntutan utama. Ketiganya diarahkan kepada pimpinan universitas, pemerintah, dan aparat penegak hukum.
Audit Menyeluruh Seluruh Tahapan Seleksi
Tuntutan pertama adalah audit menyeluruh terhadap penerimaan mahasiswa baru. Audit mencakup seluruh tahapan, mulai dari pendaftaran, proses seleksi, hingga pengumuman kelulusan.
Alumni mendesak audit dilakukan oleh pihak independen. Hasil audit harus dipublikasikan agar publik dapat menilai integritas proses seleksi secara langsung.
Langkah ini dinilai penting untuk memetakan potensi penyimpangan yang mungkin terjadi selama ini.
Evaluasi Pengawasan Internal Kampus
Tuntutan kedua adalah evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola universitas. Evaluasi menyasar sistem pengawasan internal, transparansi keuangan, dan mekanisme pengambilan keputusan.
Menurut alumni, penangkapan rektor menunjukkan adanya celah pengawasan yang serius. Tanpa evaluasi yang jujur dan menyeluruh, praktik serupa berpotensi terulang.
Alumni juga meminta penguatan peran satuan pengawas internal di lingkungan kampus.
Reformasi Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru
Tuntutan ketiga adalah reformasi sistem penerimaan. Alumni meminta kampus mengkaji ulang kebijakan yang dinilai rawan penyalahgunaan wewenang.
Reformasi harus mencakup digitalisasi proses seleksi, penguatan mekanisme pengaduan, dan perlindungan bagi pelapor. Semua langkah ini diharapkan mempersempit ruang gerak praktik korupsi.
Perhatian khusus tertuju pada jalur mandiri yang selama ini paling sering menjadi sorotan publik.
Proses Hukum Berjalan Transparan
Selain tiga tuntutan di atas, alumni meminta proses hukum berjalan transparan dan tuntas. KPK diminta mengusut kasus ini hingga ke akar-akarnya, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Alumni juga meminta kampus menjaga keberlangsungan kegiatan akademik. Perkuliahan dan pelayanan mahasiswa diharapkan tetap berjalan normal di tengah proses hukum.
Menjaga Kepercayaan Publik
Kasus ini berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan tinggi. Orang tua calon mahasiswa tentu ingin memastikan anak mereka diterima melalui jalur yang bersih dan adil.
Karena itu, respons cepat dan tegas dari pimpinan universitas menjadi krusial. Transparansi di tengah situasi darurat kepercayaan ini tidak bisa ditawar.
Dukungan Mahasiswa dan Civitas Akademika
Desakan alumni mendapat respons dari kalangan mahasiswa. Banyak mahasiswa menyampaikan harapan agar kasus ini diusut tuntas demi kebersihan nama almamater.
Mereka juga berharap tidak ada mahasiswa yang dirugikan akibat kekacauan administrasi pasca penangkapan rektor.
Kalender Penerimaan Tidak Terganggu
Alumni meminta pihak kampus memastikan proses penerimaan mahasiswa baru periode mendatang tetap berjalan sesuai jadwal. Namun, seluruh proses harus lebih transparan dan akuntabel.
Keterlambatan atau kekacauan dalam penerimaan hanya akan menambah beban calon mahasiswa dan orang tua.
Komitmen pada Integritas Akademik
Kasus ini mengingatkan bahwa integritas akademik adalah fondasi utama dunia pendidikan. Tanpa integritas, capaian akademik kehilangan makna.
Alumni menilai perbaikan sistem jauh lebih penting daripada sekadar mengganti pimpinan. Perubahan harus menyentuh akar masalah, bukan hanya permukaan.
KPK Diminta Usut Tuntas
KPK diminta mengusut kasus ini hingga tuntas. Penyidikan yang terbuka akan membantu memulihkan kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan.
Alumni juga meminta keterlibatan publik dalam mengawasi jalannya proses hukum dan reformasi. Laporan perkembangan secara berkala dinilai penting agar publik tidak kehilangan kepercayaan.
Mereka mendorong media dan masyarakat untuk terus mengawal kasus ini hingga ada kepastian hukum.
Kasus penangkapan rektor Unsoed menjadi ujian besar bagi tata kelola pendidikan tinggi nasional. Cara kampus dan aparat penegak hukum merespons akan menentukan arah kepercayaan publik ke depan.
Alumni menyatakan akan terus memantau perkembangan kasus ini. Mereka menuntut kejelasan, keterbukaan, dan keadilan dalam setiap langkah penanganannya.
Comments (0)