Monday, 24 August 2026 | 08:12 WIB

Asap Karhutla Selimuti Palangka Raya, Warga Alami Batuk Parah

BREAKING — Kabut asap karhutla BARU SAJA kembali menyelimuti Palangka Raya. Setelah sepekan terpapar udara kotor, warga mulai melaporkan batuk parah dan sesak napas.Kondisi ini dikonfirmasi dari ber...

Aug 24, 2026 - 06:15
0 0
Asap Karhutla Selimuti Palangka Raya, Warga Alami Batuk Parah

BREAKING — Kabut asap karhutla BARU SAJA kembali menyelimuti Palangka Raya. Setelah sepekan terpapar udara kotor, warga mulai melaporkan batuk parah dan sesak napas.

Kondisi ini dikonfirmasi dari berbagai keluhan warga yang masuk dari sejumlah kecamatan. Langit kota berubah kelabu, jarak pandang menyusut drastis, dan bau asap menusuk hingga ke dalam rumah.

Saksi mata di lapangan menyebut kepulan asap masih membumbung dari sejumlah titik. Kebakaran hutan dan lahan yang berlangsung sepekan terakhir dinilai belum sepenuhnya terkendali.

Pekan ini menjadi pekan paling berat bagi warga Palangka Raya dalam menghadapi musim kebakaran. Setiap pagi, warga disambut langit yang tampak semakin gelap oleh lapisan asap tebal.

Pantauan kualitas udara di kota ini menunjukkan kondisi yang terus mengkhawatirkan. Konsentrasi partikel halus dilaporkan berada di level yang berisiko bagi kesehatan.

Keluhan Batuk Mendominasi

Batuk parah menjadi keluhan yang paling banyak terdengar dari warga Palangka Raya. Banyak warga mengaku batuknya tidak kunjung reda meski sudah mencoba berbagai obat.

Selain batuk, sejumlah warga melaporkan iritasi mata, tenggorokan kering, dan dada terasa berat. Anak-anak serta lansia disebut sebagai kelompok paling rentan terdampak kabut asap.

Beberapa keluarga terpaksa mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli masker dan obat-obatan. Warga mengaku stok masker di sejumlah warung mulai menipis karena permintaan melonjak.

Seorang warga yang ditemui tim kami mengaku keluarganya sudah berminggu-minggu jarang keluar rumah. Masker kini menjadi barang wajib yang selalu dibawa setiap kali bepergian.

Petugas kesehatan mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar rumah. Bila terpaksa keluar, warga diminta memakai masker dan segera memeriksakan diri jika gejala bertambah parah.

Warga diimbau segera mencari pertolongan bila mengalami batuk yang tak kunjung sembuh. Gejala seperti sesak napas dan nyeri dada harus segera ditangani petugas medis.

Fasilitas kesehatan setempat dilaporkan mulai menerima pasien dengan keluhan pernapasan. Tenaga medis terus bersiaga menghadapi lonjakan pasien di tengah kondisi udara yang buruk.

Status Siaga Darurat Masih Berlaku

Status siaga darurat kabut asap masih diberlakukan di Palangka Raya. Perkembangan titik api terus dipantau oleh tim gabungan dari berbagai instansi.

Tim pemadam dikerahkan setiap hari untuk menjinakkan titik api di lapangan. Upaya pemadaman dari udara dan darat terus dilakukan, meski medan gambut membuat api mudah menyala kembali.

Air dari sejumlah sungai dan kanal dimanfaatkan untuk membantu proses pemadaman. Petugas juga membangun sekat kanal agar api tidak merambat lebih luas ke lahan gambut.

Pembakaran lahan secara ilegal juga tengah menjadi sorotan penegak hukum. Masyarakat diminta segera melapor bila menemukan titik api di sekitar pemukiman.

Pihak berwenang mengingatkan bahwa kabut asap bisa mengancam kesehatan dan keselamatan. Warga diminta tidak melakukan pembakaran dalam bentuk apa pun selama musim kemarau.

Edukasi pencegahan terus disosialisasikan ke tingkat kelurahan dan desa. Warga diajak berhenti membuka lahan dengan cara dibakar karena risikonya sangat besar.

Dampak ke Aktivitas Warga

Kabut asap ikut mengganggu aktivitas harian masyarakat Palangka Raya. Banyak warga memilih berdiam di rumah karena udara luar sulit untuk ditoleransi.

Sejumlah sekolah mulai membatasi kegiatan di lapangan terbuka. Beberapa agenda olahraga dan upacara terpaksa dipindah ke dalam ruangan demi keselamatan siswa.

Aktivitas ekonomi juga ikut menurun. Pedagang kaki lima mengeluhkan omzet yang turun karena pembeli enggan berlama-lama di ruang terbuka.

Jalanan kota tampak lebih sepi dari biasanya. Pengendara motor melintas dengan masker lengkap, sementara warga yang berjalan kaki mempercepat langkahnya.

Tempat umum seperti taman kota mulai ditinggalkan pengunjung. Warga khawatir udara kotor memperburuk kondisi paru-paru, terutama bagi anak-anak.

Jarak pandang yang menurun juga memicu kekhawatiran di sektor transportasi. Pengemudi diminta menyalakan lampu dan memperlambat laju kendaraan saat melintas di tengah kabut.

Warga Berharap Hujan Segera Turun

Warga berharap hujan segera turun untuk membersihkan udara. Namun hingga saat ini kabut asap masih terus membumbung dan menyelimuti kota.

Beberapa warga mengaku mulai merencanakan evakuasi sementara ke kota lain. Namun sebagian besar lainnya memilih bertahan sambil menunggu perkembangan kondisi udara.

Situasi di Palangka Raya masih dalam tahap penanganan darurat. Seluruh pihak diharapkan bekerja sama agar kabut asap segera teratasi dan warga bisa kembali beraktivitas normal.

Tim kami akan terus memantau perkembangan situasi di Palangka Raya. Informasi terbaru akan disampaikan secepatnya begitu ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User