Aug 24, 2026
breaking

Pramono Anung: Keluarga Fondasi Ketahanan Bangsa

BARU SAJA dikonfirmasi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan keluarga adalah fondasi ketahanan bangsa. Pesan itu disampaikannya di hadapan ratusan peserta seminar yang digelar HKBP di Jakarta...

Pramono Anung: Keluarga Fondasi Ketahanan Bangsa

BARU SAJA dikonfirmasi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan keluarga adalah fondasi ketahanan bangsa. Pesan itu disampaikannya di hadapan ratusan peserta seminar yang digelar HKBP di Jakarta. Pramono menyebut, tanpa keluarga yang kuat, mustahil membangun negara yang tangguh.

Pernyataan ini menjadi sorotan publik karena datang di tengah tantangan sosial yang kian kompleks. Polarisasi, intoleransi, dan memudarnya gotong royong disebut sebagai ancaman nyata. Menurut Pramono, jawaban atas semua itu justru dimulai dari rumah masing-masing. Bukan dari retorika di atas panggung.

Peran komunitas tidak kalah penting

Selain keluarga, Pramono juga menyoroti peran komunitas dalam memperkuat kerukunan. Ia menilai komunitas seperti HKBP memiliki posisi strategis. Sebab, komunitas menjadi jembatan penghubung antara keluarga dan negara.

Komunitas mampu merawat kebersamaan lintas perbedaan. Hal itu, lanjutnya, sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi harga mati bangsa ini. Tanpa komunitas yang sehat, nilai-nilai kebangsaan sulit dirawat secara kolektif.

Di titik inilah, Pramono menekankan pentingnya sinergi. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Komunitas keagamaan dan kemasyarakatan harus dilibatkan dalam setiap langkah pembangunan sosial.

Kerukunan berawal dari lingkungan terkecil

Pramono mengingatkan bahwa kerukunan tidak terjadi dengan sendirinya. Dibutuhkan pembiasaan di ruang-ruang terkecil. Orang tua harus mengajarkan anak-anaknya saling menghormati sejak dini.

Menurutnya, pendidikan toleransi paling efektif justru dimulai dari meja makan keluarga. Bukan dari pidato di atas panggung. Nilai saling menghargai akan tumbuh alami bila dibiasakan setiap hari dalam keseharian.

Ia juga mengingatkan para orang tua agar menjadi teladan. Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat, bukan dari apa yang mereka dengar. Keteladanan, kata Pramono, adalah kurikulum paling kuat di dalam rumah.

Pesan untuk generasi muda

Pramono juga menaruh perhatian besar pada generasi muda. Ia mengingatkan agar kaum muda tidak terjebak pada perbedaan yang memecah belah. Sebaliknya, mereka harus menjadi perekat persatuan di tengah keberagaman.

Dukungan untuk Jakarta

Dalam kesempatan yang sama, Pramono menegaskan komitmennya menjaga Jakarta sebagai kota yang aman dan toleran. Ia berjanji pemerintah provinsi akan terus mendukung kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan. Termasuk kegiatan yang digelar komunitas seperti HKBP.

Pramono juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi. Sebab, pembangunan ibu kota tidak mungkin berjalan sendirian oleh pemerintah. Partisipasi warga menjadi kunci utama keberhasilan setiap program.

Ia menambahkan, keberagaman di Jakarta adalah kekayaan yang harus dirawat bersama. Bukan alasan untuk saling menjauh. Perbedaan justru menjadi modal sosial yang memperkuat kota.

Reaksi peserta seminar

Sejumlah peserta seminar menyambut positif pernyataan tersebut. Mereka menilai pesan Pramono sangat relevan dengan kondisi saat ini. Banyak yang berharap pesan serupa terus digaungkan di berbagai forum.

Para tokoh komunitas pun mendukung langkah tersebut. Mereka menilai kolaborasi antara pemerintah dan komunitas harus diperkuat. Terutama dalam menghadapi tantangan sosial yang kian beragam.

Suasana seminar berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Peserta dari berbagai kalangan tampak serius menyimak setiap poin yang disampaikan. Beberapa di antaranya mencatat pesan-pesan kunci dari gubernur.

Ketahanan bangsa dimulai dari rumah

Inti dari seluruh pesan Pramono adalah satu hal. Ketahanan bangsa dimulai dari rumah. Negara hanya bisa kuat bila keluarganya sehat secara sosial dan spiritual.

Fondasi yang kokoh akan melahirkan generasi yang tangguh. Generasi yang mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman. Generasi yang tidak mudah dipecah belah oleh perbedaan.

Pramono menutup dengan ajakan untuk terus merawat nilai-nilai kekeluargaan. Sebab, apa yang ditanam hari ini di ruang keluarga akan dipanen puluhan tahun ke depan. Hasilnya adalah kekuatan bangsa yang sesungguhnya.

Menutup sambutannya, Pramono menyampaikan harapan besarnya. Ia berharap semangat kekeluargaan terus hidup di setiap rumah warga Jakarta. Sebab, dari rumah yang harmonis, lahirlah masyarakat yang rukun. Dan dari masyarakat yang rukun, tegaklah bangsa yang tangguh.

Seminar tersebut diharapkan menjadi momentum penguatan nilai kebangsaan. Bukan hanya untuk komunitas HKBP, tetapi juga untuk masyarakat luas. Pesan tentang keluarga dan kerukunan layak terus disebarluaskan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diharapkan terus hadir dalam kegiatan semacam ini. Kehadiran tersebut dinilai memperkuat sinergi antara negara dan komunitas. Pada akhirnya, sinergi itulah yang menjaga ketahanan bangsa tetap kokoh.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User