Kapolri: Polri Selamatkan Uang Negara Rp 756 M dari Kasus Migas di 2026

Bogor – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan bahwa sepanjang tahun 2026, Polri berhasil menyelamatkan uang negara senilai lebih dari Rp 756 miliar dari pengungkapan tindak pidana minya

Jul 08, 2026 - 05:09
0 0
Kapolri: Polri Selamatkan Uang Negara Rp 756 M dari Kasus Migas di 2026

Bogor – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan bahwa sepanjang tahun 2026, Polri berhasil menyelamatkan uang negara senilai lebih dari Rp 756 miliar dari pengungkapan tindak pidana minyak dan gas bumi (migas). Pencapaian ini disampaikan dalam sambutannya pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Bogor, Rabu (1/7/2026). Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, tokoh masyarakat, dan perwakilan instansi terkait.

Jenderal Listyo menegaskan bahwa pengungkapan 464 kasus migas ini merupakan wujud nyata kontribusi Polri dalam mendukung program swasembada energi yang menjadi prioritas nasional. Kasus-kasus yang diungkap mencakup berbagai modus kejahatan, seperti penyalahgunaan bahan bakar bersubsidi, pencurian minyak dari pipa milik Pertamina, penyelundupan BBM, dan praktik ilegal lainnya yang merugikan negara.

“Guna mewujudkan swasembada energi, Polri berkontribusi melalui penghematan penggunaan energi di lingkungan kantor, pemanfaatan CNG pada 50 SPPG Polri,” tegas Kapolri.

Lebih rinci, dari 464 kasus yang diungkap, sebagian besar terjadi di wilayah-wilayah strategis dengan aktivitas migas tinggi, seperti Sumatera, Kalimantan, dan Jawa. Polri bekerja sama dengan kementerian terkait, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), serta masyarakat untuk membongkar jaringan-jaringan ilegal tersebut. Seluruh barang bukti yang disita, termasuk kendaraan pengangkut, alat penyulingan, dan ribuan liter BBM ilegal, telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.

Selain fokus pada penindakan, Polri juga memperkuat upaya preventif melalui penghematan energi di lingkungan internal. Seluruh kantor dan markas kepolisian di Indonesia diinstruksikan untuk menerapkan efisiensi penggunaan listrik, air, dan bahan bakar operasional. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi belanja energi Polri secara signifikan dan menjadi teladan bagi institusi pemerintah lainnya.

Adapun pemanfaatan CNG (gas alam terkompresi) pada 50 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri merupakan inisiatif untuk mendukung transisi energi bersih. SPPG adalah unit yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan bagi personel Polri, dan dengan beralih ke CNG, unit-unit ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada LPG atau minyak bumi, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon.

Kapolri menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan sinergis antara Polri, pemerintah daerah, dan partisipasi aktif warga yang melaporkan aktivitas mencurigakan. Polri berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan dan penindakan di sektor migas karena dampaknya langsung terhadap stabilitas energi dan ekonomi nasional.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini mengusung tema pengabdian polisi untuk kesejahteraan masyarakat. Dengan capaian penyelamatan uang negara Rp 756 miliar, Polri menunjukkan bahwa institusi ini bukan hanya penjaga keamanan, tetapi juga pengawal utama sumber daya strategis bangsa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
pandu-rangga

Editor Ekonomi. Editor ekonomi breaking dan update pasar terkini.

Comments (0)

User