Kapolda Sumsel Tanam 30 Pohon Produktif Dukung Ketahanan Pangan

BARU SAJA – Gerakan penghijauan berskala besar digelar di Sumatera Selatan. Aksi tanam 30 pohon produktif dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel, Irjen Pol. Sandi Nugroho, sebagai upaya strategis men...

Jul 12, 2026 - 19:11
0 0
Kapolda Sumsel Tanam 30 Pohon Produktif Dukung Ketahanan Pangan

BARU SAJA – Gerakan penghijauan berskala besar digelar di Sumatera Selatan. Aksi tanam 30 pohon produktif dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel, Irjen Pol. Sandi Nugroho, sebagai upaya strategis mengamankan masa depan pangan dan lingkungan.

Langkah Taktis di Tengah Ancaman Krisis

Tanpa seremoni panjang, puluhan bibit pohon buah dan kayu bernilai ekonomi ditancapkan di lahan yang telah disiapkan. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan respons cepat terhadap ancaman degradasi lahan dan ketidakstabilan pasokan pangan. “Ini adalah investasi jangka panjang. Pohon yang kita tanam hari ini akan menghidupi anak cucu kita,” tegas Irjen Sandi di sela penanaman. Lokasi strategis dipilih agar perawatan bisa maksimal dan hasilnya langsung dirasakan warga sekitar.

Detail Aksi Cepat

  • 30 pohon produktif ditanam, terdiri dari mangga, alpukat, jambu kristal, dan sukun.
  • Penanaman menyasar lahan kritis seluas 1,5 hektare di kawasan penyangga pangan Sumsel.
  • Ratusan personel gabungan dari kepolisian, TNI, pemerintah daerah, dan komunitas tani turun langsung.
  • Bibit diseleksi ketat untuk memastikan tingkat hidup di atas 90 persen dalam dua tahun pertama.
  • Setiap pohon akan diadopsi unit polsek terdekat agar pengawasan dan penyiraman rutin berjalan.

Sinergi Biru-Hijau-Hijau

Yang membedakan aksi ini adalah keterpaduan konsep ketahanan pangan dan konservasi lingkungan dalam satu tarikan napas. Irjen Sandi menekankan, pohon produktif dipilih bukan hanya karena menghasilkan buah, tetapi juga menyerap karbon, mencegah erosi, dan menjaga siklus air. “Kami tidak ingin polisi hanya hadir saat ada masalah. Pohon ini adalah polisi lingkungan yang bekerja 24 jam,” ujarnya. Data Dinas Pertanian setempat mencatat, 30 pohon dewasa nantinya mampu menghasilkan sekitar 2,4 ton buah per musim dan menyerap hingga 660 kilogram CO2 per tahun.

Instruksi Tegas: Bukan Sekadar Tanam, Tapi Rawat

Kapolda menegaskan kegiatan ini memiliki sistem monitoring ketat. Setiap bibit dilengkapi kode QR yang terhubung ke dashboard digital. Petugas akan memperbarui data pertumbuhan setiap bulan. Jika ditemukan pohon mati tanpa perawatan, sanksi tegas menanti penanggung jawab. “Saya perintahkan seluruh kapolres jajaran untuk menduplikasi gerakan ini di wilayah masing-masing. Target kami, akhir tahun 2026, 10 ribu pohon produktif sudah berdiri di Sumsel,” tegasnya. Langkah ini selaras dengan program nasional Kampung Tangguh Pangan yang digalakkan Polri.

Dampak Langsung ke Warga

Warga sekitar lokasi penanaman menyambut antusias. Sukirman, ketua kelompok tani setempat, mengaku sudah membentuk tim relawan perawatan. “Kami dapat ilmu baru tentang agroforestri. Nanti panennya bisa dijual atau buat makan sendiri. Anak-anak juga bisa belajar langsung,” katanya. Aksi ini sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi 15 petani lokal yang dikontrak merawat pohon hingga panen pertama. Dana perawatan bersumber dari CSR perbankan dan anggaran operasional Polres.

Momentum Perubahan Iklim

Sumsel dalam beberapa tahun terakhir mengalami fluktuasi cuaca ekstrem. Banjir dan kekeringan silih berganti menghantam lahan pertanian. Penanaman pohon dalam skala masif merupakan strategi mitigasi yang murah dan berkelanjutan. Ahli lingkungan dari Universitas Sriwijaya menyebut, jika 30 pohon ini berhasil, efek psikologisnya bisa memicu gerakan serupa di 17 kabupaten/kota. “Polisi menjadi motor, itu simbol kuat bahwa persoalan pangan dan iklim adalah darurat bersama,” ujar sumber di lapangan.

Instruksi Kapolri Menjadi Nyata

Gerakan ini juga menjadi wujud nyata arahan Kapolri agar jajaran tidak hanya fokus penegakan hukum, tetapi juga menjadi solusi masalah sosial. Irjen Sandi mengakhiri kegiatan dengan menanam pohon mangga varietas unggul yang ia beri nama “Mangga Bhayangkara”. “Semoga pohon ini tumbuh subur, seperti harapan kita agar Sumsel hijau dan perut rakyat kenyang,” pungkasnya. Area tanam akan dijadikan percontohan nasional dan direncanakan kunjungan Menteri Pertanian dalam dua pekan mendatang.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User