Pasar Jadoel Reborn Pabelan Jadi Motor Ekonomi Rakyat, Kata Siti Fauziah
BREAKING — Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, baru saja menyebut Pasar Jadoel Reborn Pabelan sebagai contoh nyata motor penggerak ekonomi kerakyatan.Dalam kunjungan mendadak s...
BREAKING — Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, baru saja menyebut Pasar Jadoel Reborn Pabelan sebagai contoh nyata motor penggerak ekonomi kerakyatan.
Dalam kunjungan mendadak sore tadi, ia menegaskan bahwa pasar ini adalah bukti bahwa UMKM mampu menggeliatkan ekonomi dari bawah. Tanpa intervensi dana besar, perputaran uang harian di lokasi ini menembus ratusan juta rupiah.
“Ini contoh motor ekonomi rakyat. UMKM di sini terbukti hidup dan bertumbuh,” tegas Siti di tengah keramaian pengunjung.
Dorongan Global
Siti tidak berhenti pada pujian. Ia langsung melontarkan tantangan kepada ribuan pelaku usaha di pasar tersebut: tingkatkan kualitas produk agar mampu menembus pasar global.
“Kita tidak bisa lagi hanya berjualan di tingkat lokal. Dunia sudah terbuka lebar. Kualitas harus jadi panglima,” cetusnya.
- Langkah Konkret: Perbaikan kemasan produk, sertifikasi standar nasional dan internasional.
- Digitalisasi: Pemasaran melalui platform global wajib dilakukan.
- Pendampingan: Pelatihan ekspor dan akses pembiayaan segera digelontorkan.
Siti menginstruksikan jajarannya untuk segera memetakan kebutuhan UMKM di kawasan ini. Sinergi dengan pemerintah daerah akan diperkuat. “Ini demi mempercepat kenaikan kelas produk lokal,” tambahnya.
Potensi Besar
Pasar Jadoel Reborn Pabelan menyajikan beragam produk lawas yang dikemas modern. Kuliner tradisional, kerajinan tangan, hingga fesyen etnik memenuhi deretan kios bergaya vintage. Saat ini, tercatat 450 pelaku UMKM aktif menggantungkan penghasilan di sini.
Kepala pengelola pasar menyambut baik arahan tersebut. “Kami siap mengikuti. Mudah-mudahan produk kami bisa ke luar negeri,” ujarnya.Berdasarkan data pengelola, transaksi harian di Pasar Jadoel Reborn Pabelan mencapai Rp 750 juta. Angka ini melonjak 40% dibanding tahun sebelumnya, terutama didorong oleh pemulihan ekonomi pascapandemi.
Replikasi Nasional
Model ekonomi kerakyatan Pabelan dinilai layak direplikasi. Siti menyebut akan merekomendasikan kepada pemangku kepentingan pusat untuk menjadikan ini proyek percontohan nasional.
Di tingkat nasional, UMKM menyumbang lebih dari 60% produk domestik bruto dan menyerap 97% tenaga kerja. Namun, tanpa peningkatan kualitas, dominasi ini bisa tergerus produk impor.
Siti menekankan bahwa peningkatan kualitas bukan hanya soal kemasan, tetapi juga inovasi produk. “Pelaku UMKM harus berani keluar dari zona nyaman. Riset kecil hingga adaptasi tren global wajib dilakukan,” tegasnya.
Respons Cepat Pemerintah
Menanggapi arahan ini, Dinas Koperasi dan UMKM setempat mengaku siap menerjunkan tim pendamping. “Kami sudah siapkan program pelatihan ekspor selama tiga bulan ke depan,” kata Kepala Dinas.
Sebelumnya, MPR RI telah menginisiasi Gerakan Nasional UMKM Naik Kelas. Siti menyebut kunjungan ini adalah bagian dari implementasi gerakan tersebut.
Pasar dengan konsep jadoel atau zaman dulu ini memang menjadi magnet wisata. Pengunjung tidak hanya berbelanja, tetapi juga berfoto di sudut-sudut Instagramable. Daya tarik ini dinilai mampu menggerakkan ekonomi kreatif.
“Kami tidak hanya bicara, tapi turun langsung. Pabelan adalah titik awal. Selanjutnya, kami akan menyasar sentra-sentra UMKM lain di seluruh Indonesia,” janji Siti. “Jangan takut bersaing. Kualitas adalah kunci membuka pintu dunia.”
Baca juga:
Comments (0)