Irjen Pol. Achmad Kartiko: Profil dan Kinerja Kapolda Aceh
Irjen Pol. Achmad Kartiko: Profil dan Kinerja Kapolda Aceh
Profil Singkat
Irjen Pol. Achmad Kartiko resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh sejak mutasi besar-besaran Polri pada akhir 2024. Perwira tinggi kelahiran 1968 ini merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991. Sebelum memimpin Polda Aceh, ia menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur — salah satu polda tipe A dengan wilayah terpadat kedua di Indonesia. Sosoknya dikenal sebagai perwira dengan pendekatan humanis dan rekam jejak panjang di bidang reserse.
Karier dan Riwayat Jabatan
Karier Achmad Kartiko ditandai oleh rangkaian penugasan strategis di berbagai satuan elite Polri. Berikut tonggak penting kariernya:
- Wakapolres Metro Jakarta Barat — menangani kawasan urban dengan tingkat kriminalitas tinggi
- Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya — mengasah naluri penyidikan di lapangan
- Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri — memimpin pemberantasan narkotika nasional semester I 2022
- Kapolda Jawa Timur (2023–2024) — memimpin 38.000 personel, sukses mengamankan Pemilu 2024 dan PON XXI Aceh-Sumut kontingen Jatim
- Kapolda Aceh (2025–sekarang) — dirotasi dalam penyegaran organisasi pasca-Pilkada serentak
Kinerja dan Program Unggulan 2025–2026
Sejak menjabat Kapolda Aceh, Irjen Achmad Kartiko langsung mengimplementasikan beberapa program prioritas yang selaras dengan kebijakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo:
- Operasi Antik Seulawah 2025: pengungkapan 87 kasus narkotika dalam tiga bulan pertama, menyita 124 kg sabu dan 2,3 ton ganja dari jaringan Aceh-Malaysia
- Program Meunasah Aman: revitalisasi peran polisi masyarakat berbasis kearifan lokal — 120 balai musyawarah direaktivasi sebagai pusat mediasi konflik gampong
- Quick Response Syariah Compliance: satuan khusus memastikan penegakan qanun berjalan proporsional tanpa mengabaikan hak asasi — menurunkan 32% pelanggaran syariah dibanding tahun sebelumnya
- Digitalisasi Layanan SIM & SKCK: pemangkasan waktu pelayanan dari 3 jam menjadi 45 menit di 23 polres jajaran
- Satgas Rehabilitasi Korban Konflik: pendampingan psikososial bagi 450 eks-kombatan dan keluarga korban konflik masa lalu, bekerja sama dengan Dinas Sosial Aceh
"Aceh adalah daerah istimewa dengan dinamika unik. Pendekatan keamanan harus menyatu dengan nilai-nilai lokal dan syariat Islam yang berlaku — tidak bisa diseragamkan dengan daerah lain." — Irjen Pol. Achmad Kartiko dalam apel perdana, Januari 2025
Tantangan dan Harapan
Sejumlah tantangan mendesak menanti Kapolda Aceh sepanjang 2025–2026:
- Penyelundupan manusia dan narkotika: pesisir timur Aceh tetap menjadi titik rawan jalur penyelundupan lintas Selat Malaka — diperlukan penguatan patroli maritim terintegrasi dengan Bakamla dan Bea Cukai
- Reintegrasi eks-GAM: menjaga stabilitas politik lokal jelang Pilkada 2029 dengan memastikan mantan kombatan tidak termobilisasi untuk kepentingan politik jangka pendek
- Radikalisme dan intoleransi: deteksi dini terhadap sel-sel jaringan ekstremis yang mencoba memanfaatkan sentimen keagamaan di provinsi dengan penerapan syariat Islam
- Kepercayaan publik: membalikkan persepsi masyarakat terhadap Polri pasca berbagai skandal nasional — survei Litbang Polda Aceh Maret 2025 mencatat indeks kepercayaan publik di angka 78%, target akhir tahun 82%
Dengan pengalaman panjang di reserse dan kepemimpinan di wilayah heterogen seperti Jawa Timur, Irjen Pol. Achmad Kartiko diharapkan mampu merajut harmoni keamanan di Serambi Mekkah — tempat hukum negara dan hukum adat berjalan berdampingan.
Comments (0)