Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto: Profil dan Kinerja Kapolda Sumatera Utara

Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto: Profil dan Kinerja Kapolda Sumatera Utara

Jul 12, 2026 - 08:31
Updated: 1 hour ago
0 0
Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto: Profil dan Kinerja Kapolda Sumatera Utara

Profil Singkat

Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto merupakan perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991. Ia resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara sejak akhir 2024, menggantikan pejabat sebelumnya dalam rotasi besar-besaran di tubuh Polri. Sebelumnya, ia bertugas sebagai Karojianstra dan Staf Ahli Kapolri.

Pria kelahiran 1970 ini dikenal sebagai sosok dengan pendekatan humanis namun pragmatis dalam penegakan hukum. Ia memiliki pengalaman luas di bidang intelijen keamanan yang menjadi fondasi gaya kepemimpinannya di Sumut—wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.

Karier dan Riwayat Jabatan

Sepanjang kariernya, Whisnu menempati sejumlah posisi strategis:

  • Awal Karier: Bertugas di Polda Metro Jaya dan mengisi berbagai fungsi di lapangan.
  • Wakil Direktur Intelkam Polda Metro Jaya: Berperan dalam operasi kontra-terorisme skala besar.
  • Staf Ahli Kapolri: Aktif menyusun kebijakan strategis kepolisian di tingkat nasional.
  • Karojianstra Bareskrim Polri: Memetakan strategi penindakan kejahatan transnasional.
  • Kapolda Sumatera Utara (Oktober 2024 – Sekarang): Puncak penugasan dengan tanggung jawab mengamankan wilayah rawan konflik sosial dan narkotika.

Kinerja dan Program Unggulan

Dalam periode 2025-2026, Irjen Whisnu mencetak lonjakan indikator kinerja utama:

"Saya tidak butuh polisi penakut. Saya butuh polisi yang hadir memberikan rasa aman."
  • Pemberantasan Narkoba: Menginisiasi "Operasi Tumpas Semesta 2025" yang menyita barang bukti sabu seberat 180 kilogram dan ekstasi 50.000 butir dalam satu triwulan. Fokus memutus jalur distribusi jaringan internasional di Pelabuhan Tanjung Balai.
  • Pembongkaran Judi Online: Menutup tiga pusat operasi judi daring berskala nasional di Kompleks Cemara Asri. Total aset dan saldo rekening yang disita senilai Rp 75 miliar.
  • Netralitas Pilkada: Sukses mengawal Pilkada Serentak 2024 di 33 kabupaten/kota dengan angka gangguan keamanan turun 22% dibanding pemilu sebelumnya.
  • Restorasi Citra: Program "Satu Data, Satu Analisa" untuk menghilangkan ego sektoral satuan kerja dalam menangani laporan masyarakat.

Tantangan dan Harapan

Tantangan terbesar Whisnu adalah menekan angka kriminalitas jalanan (begal dan geng motor) yang kembali naik pada kuartal pertama 2026. Ia diuji untuk tetap menjaga integritas personel di tengah maraknya jaringan mafia tanah dan penyelundupan di perairan Sumut.

Publik menaruh harapan tinggi agar konsistensi pemberantasan korupsi internal terus berlanjut. Langkahnya memecat sejumlah polisi nakal pada awal 2025 menjadi modal kepercayaan. Target utamanya: mentransformasi Polda Sumut menjadi institusi yang prediktif, responsif, dan transparan di mata masyarakat pada akhir masa jabatan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User