Irjen Pol. Armed Wijaya: Profil dan Kinerja Kapolda Bengkulu

Irjen Pol. Armed Wijaya: Profil dan Kinerja Kapolda Bengkulu

Jul 12, 2026 - 09:25
Updated: 1 hour ago
0 0
Irjen Pol. Armed Wijaya: Profil dan Kinerja Kapolda Bengkulu

Profil Singkat

Inspektur Jenderal Polisi Armed Wijaya resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bengkulu sejak akhir 2024. Pria kelahiran Palembang ini merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1992. Ia dikenal sebagai perwira tinggi dengan rekam jejak kuat di bidang reserse dan pemberantasan korupsi.

Sebelum bertugas di Bengkulu, Armed Wijaya lama malang melintang di jajaran Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keahliannya dalam investigasi kejahatan keuangan dan pencucian uang menjadi bekal utama memimpin Polda Bengkulu.

Karier dan Riwayat Jabatan

  • Penyidik KPK: Bertugas menangani kasus korupsi besar, termasuk operasi tangkap tangan pejabat daerah.
  • Dirtipidkor Bareskrim Polri: Memimpin pengungkapan mega skandal korupsi BTS 4G dan dugaan pencucian uang di sektor tambang.
  • Kapolda Bengkulu (2024–sekarang): Dilantik menggantikan Irjen. Pol. Agus Salim sebagai bagian dari mutasi besar Polri akhir 2024.
"Penegakan hukum harus tajam ke atas, humanis ke bawah. Itu prinsip saya sejak bertugas di KPK." — Irjen. Pol. Armed Wijaya, Serah Terima Jabatan Kapolda Bengkulu, Desember 2024.

Kinerja dan Program Unggulan 2025–2026

Di awal kepemimpinannya, Armed Wijaya langsung mencanangkan tiga program prioritas:

  • Gebrak Premanisme Tambang: Operasi terpadu memberantas praktik ilegal di sektor pertambangan Bengkulu. Hingga pertengahan 2025, Polda Bengkulu menyita 12 unit alat berat dan menetapkan 8 tersangka korporasi.
  • Kampung Bebas Narkoba: Inisiatif berbasis komunitas di 10 desa rawan. Program ini menggabungkan rehabilitasi gratis dengan pemberdayaan ekonomi mantan pengguna.
  • Transparansi Rekrutmen: Menerapkan sistem online dengan pengawasan ketat untuk seleksi anggota Polri. Memangkas praktik calo dan gratifikasi.

Statistik keamanan menunjukkan penurunan tindak kejahatan jalanan sebesar 18 persen pada kuartal pertama 2025. Penyelesaian perkara di Ditreskrimum mencapai 87 persen, melampaui target nasional.

Tantangan dan Harapan

Bengkulu menghadapi kompleksitas masalah geografis dan ekonomi. Armed Wijaya mengakui tantangan terbesar adalah memberantas jaringan narkoba yang memanfaatkan jalur pantai barat Sumatera.

Ia juga berkomitmen mengamankan Pilkada Serentak 2025 dengan pendekatan cooling system untuk mencegah polarisasi masyarakat. Restorative justice tetap menjadi andalan untuk perkara ringan guna mengurangi kelebihan kapasitas lapas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User