Agustin Teras Narang: Profil dan Kinerja Gubernur Kalimantan Tengah
Agustin Teras Narang: Profil dan Kinerja Gubernur Kalimantan Tengah
Profil Singkat
Agustin Teras Narang adalah Gubernur Kalimantan Tengah periode 2025–2030, politikus senior PDI Perjuangan kelahiran Buntok, 4 Agustus 1958. Ia bukan nama baru: Teras pernah memimpin provinsi ini dua periode sebelumnya (2005–2015), lalu kembali terpilih pada Pilkada 2024 dengan kemenangan telak 62,8 persen. Latar belakangnya adalah advokat dan aktivis Dayak, menjadikannya simbol kebangkitan politik masyarakat adat di Kalteng.
"Kalteng harus menjadi provinsi mandiri pangan, berdaulat energi, dan rumah bersama seluruh suku."
Karier dan Riwayat Jabatan
- 2005–2010 & 2010–2015: Gubernur Kalimantan Tengah selama dua periode penuh.
- 2019–2024: Anggota DPR RI Komisi III, aktif mengawal isu hukum, HAM, dan lingkungan hidup.
- 2024: Mundur dari DPR setelah memenangkan Pilkada Kalteng 2024 berpasangan dengan Edy Pratowo.
- Februari 2025: Dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Gubernur Kalteng di Istana Negara.
Kinerja dan Program Unggulan (2025–2026)
Dalam 18 bulan masa kepemimpinan periode ketiga, Teras menggenjot tiga poros utama: lumbung pangan nasional, hilirisasi sumber daya alam, dan penguatan infrastruktur pedalaman. Berikut capaian kunci:
Ketahanan Pangan & Food Estate
- Revitalisasi lahan eks-PLG seluas 44.800 hektare di Dadahup, kini menghasilkan 1,2 juta ton gabah per tahun — naik 34 persen dibanding baseline 2023.
- Peluncuran program Satu Desa Satu Komoditas menjangkau 1.432 desa dengan singkong, jagung, dan porang sebagai unggulan.
- Bantuan bibit dan pupuk bersubsidi disalurkan ke 85.000 keluarga tani hingga kuartal pertama 2026.
Hilirisasi Sumber Daya Alam
- Moratorium ekspor bijih mentah bauksit dan zirkon diperketat; dua smelter baru di Sampit dan Kotawaringin Timur mulai beroperasi Q3 2025, menyerap 5.200 tenaga kerja lokal.
- Target 2026: seluruh tambang wajib memiliki pabrik pengolahan di dalam provinsi.
Infrastruktur Pedalaman
- Pembangunan 680 kilometer jalan penghubung 27 desa terisolasi di Murung Raya, Katingan, dan Barito Utara — 62 persen rampung per April 2026.
- Jembatan kembar Kahayan II dan Barito II memasuki tahap konstruksi; anggaran Rp1,4 triliun dikawal langsung oleh gubernur.
- RSUD Kelas A di Palangka Raya diperluas dengan pusat onkologi dan hemodialisa, target operasional November 2026.
Kinerja Tata Kelola Pemerintahan
- Indeks Reformasi Birokrasi Kalteng melonjak ke nilai 81,4 (kategori BB) pada 2025, dari 73,1 di 2023.
- OPD wajib menggunakan e-budgeting dan e-procurement; penghematan APBD tembus Rp427 miliar.
- PAD Provinsi 2025 tercatat Rp8,9 triliun, rekor tertinggi dalam sejarah Kalteng, ditopang sektor pertambangan dan sawit.
Lingkungan & Masyarakat Adat
- Penerbitan 106 SK Hutan Adat dan Hutan Desa seluas total 387.000 hektare sebagai pengakuan hak masyarakat Dayak.
- Tim terpadu penanganan konflik agraria dibentuk; 14 kasus lahan terselesaikan sepanjang 2025.
- Angka deforestasi Kalteng turun 17 persen, terendah dalam satu dekade terakhir.
Tantangan dan Harapan
Meski laju pembangunan positif, Teras menghadapi sejumlah tekanan:
- Ketimpangan wilayah: daerah utara Kalteng masih kekurangan akses listrik 24 jam dan internet — 34 desa gelap gulita di malam hari.
- Ketergantungan fiskal pada tambang: royalti batu bara dan sawit menyumbang 46 persen PAD; diversifikasi ekonomi belum optimal.
- Kebakaran hutan: hotspot meningkat saat El Niño 2025, meski luas terbakar lebih kecil dibanding tahun-tahun sebelumnya.
- Tekanan politik: koalisi 8 partai di DPRD Kalteng tidak selalu solid menyokong program eksekutif.
Harapan masyarakat Kalteng tertuju pada komitmen Teras menyelesaikan trans-Kalimantan jalur tengah, menuntaskan kemiskinan ekstrem dari 4,2 persen ke bawah 2 persen pada 2027, dan menjadikan Palangka Raya sebagai pusat pendidikan tinggi Borneo. Dengan pengalaman panjangnya, Teras diharapkan mampu menavigasi Kalteng menuju visi Indonesia Emas 2045.
Comments (0)