1.588 Peserta Pecahkan Rekor MURI Senam Penthul Tembem
GUNUNGKIDUL, DETIK INI JUGA — Sebanyak 1.588 peserta secara resmi memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui gelaran senam kreasi massal bertajuk Penthul Tembem. Pemecahan rekor in...
GUNUNGKIDUL, DETIK INI JUGA — Sebanyak 1.588 peserta secara resmi memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui gelaran senam kreasi massal bertajuk Penthul Tembem. Pemecahan rekor ini berlangsung meriah dan tercatat sebagai partisipasi terbuka terbesar untuk kategori senam budaya di wilayah Yogyakarta.
Data Pemecahan Rekor
Piagam penghargaan MURI diserahkan langsung kepada Penjabat Bupati Gunungkidul di lokasi acara. Nomor registrasi MURI 11.711 diberikan sebagai pengakuan resmi atas pencapaian tersebut. Jumlah partisipan yang terverifikasi mencapai 1.588 orang, menjadikan Gelar Potensi Senam Kreasi Penthul Tembem sebagai pemegang rekor sah untuk aktivitas kebugaran berbasis kearifan lokal dengan peserta terbanyak.
- Peserta: 1.588 orang
- Lokasi: Lapangan Baleharjo, Wonosari
- Tanggal: Minggu pagi pukul 06.15 WIB
- Registrasi: Nomor MURI 11.711
Konsep Ikon Budaya Penthul Tembem
Gerakan senam ini mengadaptasi karakter boneka tradisional khas Gunungkidul, yakni Penthul dan Tembem. Kedua tokoh tersebut dikenal sebagai simbol kebijaksanaan dan kebahagiaan rakyat kecil. Panitia penyelenggara dari Dinas Kebudayaan dan Dinas Kesehatan merancang koreografi sederhana namun enerjik agar mudah diikuti seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelajar hingga lansia.
Visi Kepala Daerah
Penjabat Bupati menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar ajang kompetisi administratif. Pemerintah daerah sedang menyusun strategi peta jalan untuk menjadikan Penthul Tembem sebagai kalender event tahunan. Langkah ini ditujukan untuk memantik pertumbuhan ekonomi kreatif serta menarik segmen wisatawan minat khusus yang mencari pengalaman olahraga berbasis budaya.
Atmosfer Pelaksanaan
Ribuan peserta tumpah ruah di Lapangan Baleharjo sejak subuh. Mereka mengenakan kostum seragam bernuansa etnik. Iringan musik gamelan kontemporer dan tabuhan perkusi khas Gunungkidul turut mengiringi gerakan. Sejumlah saksi mata melaporkan, antusiasme warga sangat tinggi dan sesi latihan masal sebelumnya selalu dipadati peserta.
Legacy dan Target ke Depan
Dengan status rekor MURI ini, Gunungkidul mempertegas posisinya sebagai kabupaten yang serius mengintegrasikan pemajuan kebudayaan dengan gerakan masyarakat sehat. Ke depan, senam ini akan dimasukkan ke dalam kurikulum muatan lokal di sekolah serta menjadi materi rutin di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan pusat kebugaran publik. Pemkab optimistis, capaian rekor ini adalah fondasi awal dari ekosistem sport tourism yang berkelanjutan di kawasan Pegunungan Sewu.
Baca juga:
Comments (0)