KAI Commuter Tambah 12 Rangkaian di Bogor Line Secara Bertahap

Setelah sekian lama menanti, pengguna KRL akhirnya mendapat kabar baik. BARU SAJA — KAI Commuter mengonfirmasi rencana penambahan 12 rangkaian KRL untuk lintas Bogor-Jakarta Kota. Pemenuhan sarana i...

Jul 12, 2026 - 18:37
0 0
KAI Commuter Tambah 12 Rangkaian di Bogor Line Secara Bertahap

Setelah sekian lama menanti, pengguna KRL akhirnya mendapat kabar baik. BARU SAJA — KAI Commuter mengonfirmasi rencana penambahan 12 rangkaian KRL untuk lintas Bogor-Jakarta Kota. Pemenuhan sarana ini akan dilakukan secara bertahap guna menjaga kualitas operasional.

Direktur Utama KAI Commuter menegaskan bahwa penguatan armada ini adalah jawaban atas lonjakan pengguna yang terus meningkat. "Kami tidak bisa lagi menunda. Namun, kami juga tidak akan mengorbankan keselamatan dan kenyamanan," ujarnya dalam keterangan pers, Selasa (15/4).

Pemenuhan Bertahap

Proses penyuntikan 12 rangkaian ini tidak akan sekaligus. Manajemen membagi ke dalam tiga tahap: 4 rangkaian di kuartal II, 5 rangkaian di kuartal III, dan 3 rangkaian terakhir di kuartal IV tahun 2025. Setiap rangkaian harus melalui rangkaian uji dinamis sebelum dioperasikan.

  • Jadwal: Kuartal II (4), Kuartal III (5), Kuartal IV (3)
  • Total armada Bogor Line pasca penambahan: 48 rangkaian
  • Proyeksi peningkatan kapasitas: 15% atau sekitar 60.000 penumpang per hari
  • Waktu tunggu: Dipangkas rata-rata 2,5 menit di jam sibuk

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah I Jawa Bagian Barat, Budi Setiawan, menyatakan bahwa seluruh rangkaian tambahan telah memenuhi standar keselamatan sesuai regulasi terbaru. Sertifikasi juga sudah dikantongi dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

Langkah ini turut didukung oleh program peremajaan armada tua yang sekarang sedang berjalan di Balai Yasa Manggarai dan Depok. Beberapa KRL seri lama akan ditarik untuk direvitalisasi, sehingga tidak akan terjadi penumpukan di depo.

Dampak Langsung ke Pengguna

VP Corporate Secretary KAI Commuter menyebut bahwa tambahan ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan ekstrem di Stasiun Manggarai—titik transit tersibuk di Jabodetabek. "Rekayasa operasi akan disesuaikan agar distribusi penumpang lebih merata," katanya.

Seorang pengguna setia, Dina (28), mengaku sangat menantikan realisasi ini. "Setiap pagi di Stasiun Bogor, antrean sudah mengular sebelum jam 6. Semoga dengan lebih banyak kereta, saya tidak perlu lagi berdesak-desakan," ujarnya.

Data internal menunjukkan bahwa volume penumpang harian Bogor Line rata-rata menyentuh 400 ribu orang, atau sepertiga dari total pengguna KRL Jabodetabek yang mencapai 1,2 juta. Pada hari kerja, puncak kepadatan terjadi pukul 06.30-08.00 dan 17.00-19.00.

KAI Commuter juga berjanji akan memperkuat integrasi dengan moda transportasi lain, seperti Transjakarta dan MRT, di titik-titik simpul seperti Stasiun Sudirman dan Jakarta Kota. Hal ini untuk menciptakan ekosistem transportasi publik yang lebih seamless.

Sampai berita ini diturunkan, progress fisik pemenuhan sarana sudah mencapai 30 persen. Masyarakat dapat memantau perkembangan melalui aplikasi C-Access dan kanal resmi @commuterline di media sosial. Pihaknya mengimbau pengguna untuk tetap mematuhi protokol keselamatan di stasiun.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User