Industri Otomotif RI Bisa Bikin 2,5 Juta Mobil/Tahun, tapi Jualannya Cuma 800 Ribuan

Jakarta – Industri otomotif Indonesia masih menyimpan potensi besar yang belum tergarap maksimal. Berdasarkan data yang dihimpun media kami, kapasitas produksi kendaraan roda empat nasional saat in

Jul 07, 2026 - 19:55
0 0
Industri Otomotif RI Bisa Bikin 2,5 Juta Mobil/Tahun, tapi Jualannya Cuma 800 Ribuan

Jakarta – Industri otomotif Indonesia masih menyimpan potensi besar yang belum tergarap maksimal. Berdasarkan data yang dihimpun media kami, kapasitas produksi kendaraan roda empat nasional saat ini mencapai 2,5 juta unit per tahun. Namun, penjualan di pasar domestik baru menyentuh angka 780.000 hingga 800.000 unit. Artinya, hanya sekitar 32% dari total kapasitas produksi yang terserap oleh pasar dalam negeri, meninggalkan jurang performa yang cukup lebar antara kemampuan manufaktur dan daya beli masyarakat.

"Indonesia sendiri kan sudah pernah angkanya di 1 juta (unit penjualan) secara pasar atau market. Nah sekarang kan baru sekitar 780 (ribu) sampai dengan 800 (ribu)," kata Chief Operating Officer (COO) PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto kepada jurnalis Beritatercepat.com di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Frans menambahkan bahwa pencapaian penjualan satu juta unit pernah terjadi beberapa tahun silam, namun hingga kini belum mampu diulang kembali. Kondisi ini menjadi cerminan adanya tantangan struktural yang menghambat pertumbuhan pasar otomotif Tanah Air.

Kesenjangan Produksi dan Pasar yang Melebar

Gap antara kapasitas produksi dan penjualan domestik yang mencapai lebih dari dua kali lipat menimbulkan sejumlah risiko bagi industri. Pabrik-pabrik yang beroperasi di bawah kapasitas optimal dapat mengakibatkan inefisiensi biaya produksi dan menghambat rencana investasi baru. Di sisi lain, produsen otomotif harus mencari celah ekspor atau melakukan efisiensi untuk menjaga kelangsungan bisnis.

Menurut pengamatan media kami, beberapa pabrikan telah mulai melirik pasar ekspor sebagai solusi untuk menyerap kelebihan kapasitas. Namun, regulasi dan standar emisi di negara tujuan kerap menjadi kendala tersendiri. Sementara itu, pasar dalam negeri dihadapkan pada daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih pasca pandemi serta suku bunga kredit yang masih relatif tinggi.

Para pelaku industri berharap adanya stimulus dari pemerintah, seperti insentif pajak atau program kendaraan listrik yang lebih agresif, untuk menggenjot penjualan. Hyundai sendiri optimistis dengan peluncuran model-model baru yang lebih terjangkau dan ramah lingkungan, yang diyakini dapat memancing kembalinya animo konsumen.

Data Gaikindo yang dikutip oleh tim redaksi kami menunjukkan bahwa penjualan ritel kendaraan roda empat pada tahun lalu memang stagnan di area 800 ribuan unit, sementara target satu juta unit terus diupayakan melalui berbagai program promosi dan pameran otomotif. Namun, realisasi selalu terhambat oleh faktor eksternal seperti kenaikan harga bahan bakar dan ketidakpastian ekonomi global.

Dengan kapasitas produksi sebesar 2,5 juta unit, Indonesia sebenarnya berpotensi menjadi hub produksi otomotif di kawasan. Agar mimpi itu terwujud, diperlukan sinergi antara pemerintah, produsen, dan lembaga pembiayaan untuk mengungkit kembali gairah pasar domestik. Tanpa langkah konkret, kapasitas besar itu hanya akan menjadi beban operasional bagi pabrikan dan dapat mempengaruhi ribuan tenaga kerja di sektor ini.

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian diharapkan dapat merumuskan kebijakan yang mendorong peningkatan konsumsi mobil nasional, baik melalui kemudahan kredit, pengurangan pajak, maupun percepatan adopsi kendaraan listrik. Sebab, jika penjualan tetap stagnan, dikhawatirkan Indonesia akan kalah bersaing dengan negara tetangga seperti Thailand yang lebih dulu memantapkan ekosistem otomotifnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fitri-handayani

Reporter Lapangan. Reporter lapangan peristiwa terkini.

Comments (0)

User