Indonesia Kuasai Podium Speed Putra di World Climbing Chamonix 2026
BARU SAJA: Indonesia langsung mengguncang arena World Climbing Series Chamonix 2026. Veddriq Leonardo menyegel emas, Antasyafi merebut perak dalam all-Indonesian final yang penuh tensi di nomor speed ...
BARU SAJA: Indonesia langsung mengguncang arena World Climbing Series Chamonix 2026. Veddriq Leonardo menyegel emas, Antasyafi merebut perak dalam all-Indonesian final yang penuh tensi di nomor speed putra, beberapa menit lalu.
Final penuh gengsi
Detik-detik duel pamungkas berjalan brutal. Veddriq yang turun di jalur A melepas start secepat kilat dan menyentuh tombol penanda di puncak dinding 15 meter hanya dalam 4,89 detik. Catatan itu mengunci emas sekaligus menjadi waktu terbaik sepanjang seri Chamonix tahun ini. Antasyafi, yang sehari sebelumnya sempat tertatih karena cedera ringan di jari, tetap memacu adrenalin dan finis di 5,07 detik—cukup untuk mematahkan perlawanan pemanjat tuan rumah, Hugo Parmentier, yang harus puas dengan perunggu.
Kunci kemenangan
Penguasaan start block menjadi pembeda. Kedua pemanjat Indonesia mencatat reaksi lepas start di bawah 0,12 detik, nyaris tanpa cela. Veddriq bahkan menyamai waktu reaksinya saat memecahkan rekor dunia di Seoul dua bulan lalu. Pelatih kepala tim Indonesia, yang memantau melalui radio dari zona pemanasan, meneriakkan instruksi agar kedua atlet menjaga ritme lengan dan tidak terpancing psikologis jelang bunyi sirine. Hasilnya, satu-dua menjadi milik Merah Putih.
Fakta kunci
- Veddriq Leonardo: emas dengan 4,89 detik—waktu terbaik seri Chamonix 2026.
- Antasyafi: perak dengan 5,07 detik, mengalahkan Hugo Parmentier (Prancis).
- Ini podium keempat berturut-turut Indonesia di nomor speed putra pada World Climbing Series musim ini.
- Total medali Indonesia di Chamonix sementara: 1 emas, 1 perak—berpeluang bertambah dari nomor speed putri.
Respons cepat di lokasi
Saksi mata di area pemanjatan menyebutkan bahwa teriakan suporter Indonesia langsung memecah keheningan Alpen begitu lampu finis menyala. Bendera Merah Putih berkibar di tribun utama. Panitia lokal sempat menunda pengumuman resmi selama dua menit untuk verifikasi sensor, tetapi konfirmasi akhir memastikan satu-dua milik Indonesia. Rekaman VAR pemanjatan memperlihatkan tidak ada pelanggaran false start maupun sentuhan tidak sempurna pada tombol finis.
Peta persaingan
Dengan hasil ini, Indonesia kian kokoh di puncak klasemen sementara nomor speed putra World Climbing Series 2026. Veddriq mengoleksi 3.200 poin, unggul 480 angka dari Antasyafi di peringkat kedua. Sisa dua seri di Innsbruck dan Jakarta akan menjadi ajang penentuan gelar juara umum. Tim Indonesia dijadwalkan kembali ke Jakarta pada Selasa dinihari, dan pengurus pusat sudah menyiapkan penyambutan khusus.
UPDATE: Pukul 17.30 waktu Chamonix, panitia mengonfirmasi jadwal penyerahan medali akan digelar di area Place du Mont-Blanc pukul 19.00 waktu setempat, terbuka untuk umum.
Comments (0)