IHSG Terperosok ke 6.116, Tekanan Jual Seret 445 Saham ke Teritori Melemah
Pasar saham domestik menutup awal pekan dengan tekanan yang cukup dalam. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus rela parkir di zona merah dan merosot menembus level psikologis 6.200 hingga bertengg
Pasar saham domestik menutup awal pekan dengan tekanan yang cukup dalam. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus rela parkir di zona merah dan merosot menembus level psikologis 6.200 hingga bertengger di kisaran 6.100-an. Berdasarkan data perdagangan yang dihimpun media kami pada Senin (22/6/2026), kepanikan aksi jual investor membuat IHSG ditutup di level 6.116, atau tergerus signifikan sebesar 60 poin atau setara dengan 0,98%.
Pergerakan indeks komposit ini terbilang dramatis karena pada sesi pembukaan, IHSG sempat melaju di teritori hijau pada level 6.217. Optimisme pagi hari yang sempat mengangkat indeks ke titik tertinggi harian di 6.226 mendadak luntur seiring dengan meningkatnya tekanan jual di sesi perdagangan kedua. Tekanan tersebut begitu kuat hingga mendorong IHSG menyentuh level terendah di 6.052 sebelum sedikit memangkas pelemahan di akhir sesi. Secara umum, dari awal yang menjanjikan, pasar malah berbalik arah dan menghapus seluruh penguatan yang telah diraih sebelumnya.
“Pola pembukaan tinggi lalu ditutup rendah ini menunjukkan bahwa sentimen negatif masih menjadi momok utama. Investor cenderung memanfaatkan penguatan sesaat untuk melepas kepemilikan, menyebabkan kejatuhan yang cukup luas di berbagai lini sektor,” tulis laporan analis yang dikutip Beritatercepat.com.
Peta persebaran saham semakin mengonfirmasi lemahnya daya tahan pasar. Data mencatat, jumlah saham yang melemah mencapai 445 buah, secara absolut mendominasi pergerakan harian. Kondisi ini menandakan bahwa pelemahan indeks bukan hanya disebabkan oleh koreksi pada beberapa saham berkapitalisasi besar, melainkan terjadi tekanan jual yang nyaris merata di seluruh sektor. Para pelaku pasar terlihat melakukan penyesuaian portofolio secara agresif, memicu gelombang koreksi yang cukup tajam sebelum waktu penutupan tiba. Dengan ditutupnya indeks acuan di 6.116, tekanan terhadap aset-aset berisiko diharapkan bisa mereda pada sesi perdagangan berikutnya, meskipun investor masih wajib waspada terhadap potensi fluktuasi lanjutan.
Comments (0)