Hizbullah Sebut Kesepakatan Iran-AS sebagai Kemenangan Besar, Titik Balik untuk Lebanon

Pemimpin Hizbullah, Naim Kassem, menyambut gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat dengan penuh optimisme, menyebutnya sebagai "sebuah kemenangan besar" dan "titik balik penting bagi Lebanon

Jul 08, 2026 - 19:33
0 0
Hizbullah Sebut Kesepakatan Iran-AS sebagai Kemenangan Besar, Titik Balik untuk Lebanon

Pemimpin Hizbullah, Naim Kassem, menyambut gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat dengan penuh optimisme, menyebutnya sebagai "sebuah kemenangan besar" dan "titik balik penting bagi Lebanon". Pernyataan itu disampaikan Kassem dalam pidato yang disiarkan di media lokal pasca tercapainya nota kesepahaman yang menghentikan pertempuran antara kedua negara.

Kassem menegaskan bahwa kesepakatan tersebut bukan hanya sekadar penghentian permusuhan, melainkan sebuah pencapaian strategis yang menguntungkan poros perlawanan. Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Iran atas perannya yang dinilai krusial dalam "menghubungkan arena Lebanon" ke dalam perjanjian tersebut. Menurut Kassem, langkah diplomatik Tehran-lah yang "memaksa Israel menghentikan agresinya" di kawasan.

"Ini adalah kemenangan yang melampaui sekat-sekat medan tempur. Iran telah membuktikan bahwa diplomasi yang diiringi kekuatan mampu memaksa musuh mundur. Kami berterima kasih atas komitmen yang menghubungkan nasib Lebanon dengan setiap butir kesepakatan ini," ujar Kassem, mengutip laporan media setempat.

Hizbullah, yang didirikan pada tahun 1982, sejak awal telah menjadikan Iran sebagai patron utama. Organisasi yang lahir dari perlawanan terhadap pendudukan Israel di Lebanon selatan ini berkembang pesat dan kini memiliki sayap militer sekaligus politik yang kokoh. Dukungan finansial, persenjataan, dan pelatihan dari Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menjadi fondasi yang mengubah Hizbullah dari milisi gerilya menjadi kekuatan regional yang disegani.

Dalam lanskap domestik Lebanon, Hizbullah tumbuh menjadi entitas yang dominan. Basis massanya yang solid di kalangan komunitas Muslim Syiah membuat organisasi ini mampu memengaruhi kebijakan negara secara signifikan. Sejumlah pengamat bahkan menjuluki Hizbullah sebagai "negara di dalam negara" lantaran memiliki angkatan bersenjata sendiri yang kekuatannya dianggap melampaui tentara nasional Lebanon. Jaringan layanan sosial, sekolah, dan rumah sakit yang mereka kelola semakin memperkuat cengkeraman politik dan sosialnya.

Kesepakatan damai Iran-AS dengan demikian tidak hanya meredakan tensi di Teluk Persia, tetapi juga membawa angin segar bagi Hizbullah yang beroperasi di front Mediterania. Bagi organisasi itu, terhentinya konfrontasi langsung antara sekutu utamanya dan Washington adalah kemenangan diplomasi yang sama pentingnya dengan kemenangan di medan perang.

Analis politik menilai bahwa perkembangan ini berpotensi menata ulang konstelasi kekuatan di Lebanon. Dengan ruang gerak yang lebih leluasa setelah "Israel dipaksa menghentikan agresi", Hizbullah dapat lebih memfokuskan diri pada konsolidasi internal dan pemulihan citra di tengah rakyat Lebanon yang lelah akan konflik berkepanjangan.

Tim redaksi Beritatercepat.com akan terus memantau dinamika ini dan menyajikan analisis mendalam di tengah perubahan geopolitik yang kian kompleks di Timur Tengah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yoga-mahendra

Editor Breaking. Editor breaking news dan peristiwa terkini.

Comments (0)

User