SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa Dinyatakan Aman Usai Ancaman Bom

BARU SAJA — SD Negeri Srengseng Sawah 15 Pagi di Jagakarsa, Jakarta Selatan, dipastikan aman setelah ancaman bom mengguncang kawasan itu siang ini. Tim penjinak bom Gabungan Gegana, Densus 88 Antite...

Jul 13, 2026 - 20:54
0 0

BARU SAJA — SD Negeri Srengseng Sawah 15 Pagi di Jagakarsa, Jakarta Selatan, dipastikan aman setelah ancaman bom mengguncang kawasan itu siang ini. Tim penjinak bom Gabungan Gegana, Densus 88 Antiteror, dan BNPT menyelesaikan penyisiran dan menyatakan tidak ada bahan peledak ditemukan.

Keputusan ini diambil setelah lebih dari satu jam tim gabungan menyisir seluruh sudut sekolah, mulai dari ruang kelas, perpustakaan, hingga area parkir. Evakuasi terhadap siswa, guru, dan staf tata usaha berlangsung cepat begitu pesan ancaman diterima pihak sekolah melalui telepon sekitar pukul 10.15 WIB.

Kronologi Kejadian

Kepala Sekolah SDN Srengseng Sawah 15, yang enggan disebut namanya, mengonfirmasi pihaknya menerima panggilan mencurigakan dari nomor tak dikenal. "Penelepon mengatakan ada bom di dalam sekolah dan akan meledak dalam waktu 30 menit. Kami segera menghubungi polisi dan mengevakuasi seluruh siswa," ujarnya di lokasi. Dalam waktu kurang dari 10 menit, sekitar 450 siswa dan 30 tenaga pendidik sudah berada di titik kumpul di lapangan depan sekolah.

  • Pukul 10.15 WIB: Telepon ancaman diterima bagian tata usaha.
  • 10.20 WIB: Evakuasi massal dimulai.
  • 10.35 WIB: Tim Gegana dan Densus 88 tiba di lokasi.
  • 11.45 WIB: Penyisiran selesai, situasi dinyatakan aman.

Respons Cepat Penegak Hukum

Gegana menerjunkan anjing pelacak dan perangkat pendeteksi sinyal. Sementara Densus 88 melakukan profiling terhadap nomor pelaku. BNPT turut serta mengoordinasikan langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak meluas. "Kami pastikan ini hanya ancaman palsu, namun prosedur tetap kami jalankan penuh kewaspadaan. Sekolah sudah bisa kembali digunakan," tegas Komandan Satuan Gegana, AKBP Ridwan Malik.

Polres Metro Jakarta Selatan juga memperluas patroli di sekitar sekolah hingga radius satu kilometer untuk mencegah potensi gangguan susulan. Orang tua siswa yang sempat panik dan memadati pagar sekolah, perlahan tenang setelah petugas memberikan penjelasan terbuka.

Dampak dan Jaminan Keamanan

Tidak ada laporan korban luka dalam kejadian ini, meski satu siswa mengalami syok ringan dan sudah mendapat pendampingan psikolog dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Aktivitas belajar mengajar untuk sisa hari ini dialihkan ke pembelajaran daring, dan sekolah dijadwalkan kembali normal pada esok hari setelah tim keamanan memastikan seluruh area steril.

Kepala BNPT, Mayjen TNI (Purn.) Dedi Prasetyo, mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpancing isu terorisme. "Kami terus memonitor dan berkoordinasi penuh dengan Polri. Kejadian ini kembali mengingatkan kita pentingnya kesiapsiagaan tanpa menimbulkan ketakutan berlebihan." Pihak kepolisian juga meminta publik segera melapor jika menerima ancaman serupa melalui kanal darurat 110.

Ancaman bom terhadap fasilitas pendidikan bukan kali pertama terjadi di Jakarta. Sepanjang tahun ini, sudah ada tiga laporan serupa yang seluruhnya terbukti palsu. Namun, aparat menegaskan tidak akan menganggap remeh setiap laporan. "Detik ini juga, keamanan adalah prioritas tanpa kompromi," tutup Ridwan. Hingga berita ini diturunkan, tim siber Polda Metro Jaya masih melacak asal panggilan telepon tadi siang.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User