Harga Emas Antam Melemah Signifikan Sepanjang Pekan, Buyback Ikut Terjun Bebas

Jakarta - Pasar emas domestik mengalami tekanan dalam sepekan terakhir. Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan penurunan

Jul 08, 2026 - 06:24
0 0
Harga Emas Antam Melemah Signifikan Sepanjang Pekan, Buyback Ikut Terjun Bebas

Jakarta - Pasar emas domestik mengalami tekanan dalam sepekan terakhir. Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan penurunan yang cukup tajam selama periode perdagangan 8 hingga 13 Juni 2026. Koreksi ini sekaligus menyeret harga pembelian kembali atau buyback ke level yang lebih dalam.

Mengacu pada data resmi dari Logam Mulia Antam yang dipantau pada Minggu (14/6/2026), harga emas 24 karat memulai pergerakan pada Senin (8/6) di posisi Rp 2.743.000 per gram. Namun, posisi tersebut tidak bertahan lama karena tekanan jual terus menghantam logam mulia ini hingga akhir pekan. Pada penutupan perdagangan Sabtu (13/6), harga emas Antam terpantau merosot ke level Rp 2.711.000 per gram.

Artinya, dalam waktu enam hari, emas Antam kehilangan nilai sebesar Rp 32.000 per gram. Pergerakan harga menunjukkan tren pelemahan yang konsisten dan nyaris tanpa jeda sepanjang pekan. Penurunan terjadi secara gradual namun pasti, menciptakan pola bearish yang cukup jelas di pasar.

Rincian pergerakan harian menunjukkan bahwa setelah pembukaan di Senin, harga langsung terpangkas Rp 10.000 pada Selasa (9/6). Tekanan semakin membesar pada Rabu (10/6) di mana emas kembali turun Rp 20.000 per gram. Puncak koreksi terjadi pada Kamis (11/6) yang menjadi hari terburuk dalam sepekan. Pada hari itu, harga emas Antam anjlok hingga Rp 24.000 per gram, menyentuh titik nadir mingguan di level Rp 2.689.000 per gram.

Koreksi yang terjadi secara berturut-turut ini menjadi sinyal kehati-hatian bagi investor ritel yang kerap menjadikan emas sebagai instrumen safe haven.

Meskipun sempat menyentuh level terendah tersebut, harga sedikit mengalami pemulihan teknis menjelang akhir pekan, namun tetap tidak mampu menutup seluruh kerugian yang dialami. Posisi akhir di Rp 2.711.000 tetap menegaskan bahwa sentimen pasar sedang tidak berpihak pada aset logam mulia.

Sejalan dengan merosotnya harga emas batangan, harga buyback atau pembelian kembali oleh pihak Antam juga mengalami kejatuhan yang tidak kalah dalam. Anjloknya harga buyback ini tentu menjadi perhatian serius bagi para pemilik emas yang berniat untuk menjual kembali koleksinya. Selisih antara harga jual dan harga beli kembali yang melebar atau menyempit di tengah volatilitas seperti ini seringkali mempengaruhi keputusan investor untuk merealisasikan keuntungan atau menahan kerugian.

Fluktuasi tajam yang terjadi dalam sepekan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal. Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap mata uang utama dunia menjadi salah satu katalis negatif bagi emas. Selain itu, spekulasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga global juga turut membebani harga logam mulia. Investor cenderung beralih ke aset berbunga ketika imbal hasil obligasi meningkat, sehingga mengurangi daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.

Dengan kondisi ini, para analis dari media kami menilai bahwa sentimen jangka pendek emas masih akan diuji. Pelaku pasar disarankan untuk terus memantau perkembangan ekonomi global dan kebijakan moneter bank sentral utama dunia yang akan menjadi penentu arah pergerakan harga emas selanjutnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
pandu-rangga

Editor Ekonomi. Editor ekonomi breaking dan update pasar terkini.

Comments (0)

User