Harga Daging-Beras Kompak Naik, Hortikultura Melemah!

Pasar pangan nasional pada akhir pekan ini menunjukkan pergerakan harga yang kontras antar kelompok komoditas. Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis

Jul 06, 2026 - 07:27
0 0
Harga Daging-Beras Kompak Naik, Hortikultura Melemah!

Pasar pangan nasional pada akhir pekan ini menunjukkan pergerakan harga yang kontras antar kelompok komoditas. Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) pada Minggu (5/7/2026), terjadi lonjakan harga pada komoditas sumber protein hewani dan pangan pokok, sementara produk hortikultura justru mengalami penurunan yang cukup berarti. Situasi ini menciptakan kondisi dilematis bagi konsumen rumah tangga yang hari ini harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli daging dan beras, namun di sisi lain memperoleh keringanan saat membeli aneka bumbu dapur seperti cabai dan bawang merah.

Penurunan Signifikan di Kelompok Hortikultura

Tekanan inflasi yang biasanya mewarnai komoditas hortikultura, khususnya cabai dan bawang, untuk sementara mereda. Data PIHPS yang dikutip oleh media kami menunjukkan bahwa komoditas cabai rawit merah mencatatkan penurunan paling tajam. Harga cabai rawit merah terpantau anjlok sebesar 7,93 persen, sehingga kini bertengger di level Rp 62.100 per kilogram. Koreksi dalam juga terjadi pada cabai merah besar yang turun 5,51 persen menjadi Rp 50.500 per kilogram. Penurunan ini meringankan beban konsumen yang selama beberapa pekan terakhir harus berhadapan dengan harga cabai yang meroket.

Di subkelompok tanaman umbi dan rempah, bawang merah ukuran sedang juga mengikuti tren penurunan dengan selisih harian minus 6 persen, kini dihargai Rp 47.800 per kilogram. Kondisi ini berlawanan dengan bawang putih ukuran sedang yang justru mengalami kenaikan tipis sebesar 0,92 persen ke angka Rp 44.100 per kilogram. Meskipun kenaikan pada bawang putih tergolong minimal, pergerakan ini menandakan bahwa pasokan kedua jenis bawang tersebut tidak sepenuhnya seragam di tingkat distributor.

Tekanan pada Pangan Pokok dan Protein Hewani

Di sisi lain, komoditas yang menjadi andalan kebutuhan pokok masyarakat justru menunjukkan tren penguatan. Harga daging sapi dan daging ayam ras tercatat mengalami kenaikan yang tidak bisa diabaikan oleh rumah tangga. Kenaikan ini diduga terdorong oleh peningkatan permintaan menjelang akhir pekan panjang serta faktor distribusi yang belum sepenuhnya pulih di sejumlah sentra produksi.

"Kenaikan harga daging dan beras kali ini cukup memberatkan, apalagi terjadi bersamaan. Biasanya kalau cabai turun, kami lega—tapi sekarang kok malah yang pokok-pokok semuanya naik," ungkap seorang ibu rumah tangga di Pasar Induk yang diwawancarai media kami.

Beras sebagai komoditas pangan strategis juga tidak luput dari tekanan harga. Pergerakan naik pada beras kualitas menengah dan premium terkonfirmasi dalam pantauan harian PIHPS. Fenomena kenaikan beras dan daging secara simultan ini menjadi catatan penting bagi para pengambil kebijakan, mengingat kedua kelompok komoditas tersebut memiliki andil dominan dalam pembentukan garis kemiskinan dan tingkat inflasi inti. Tim pemantau harga Beritatercepat.com akan terus memantau dinamika harga pangan menjelang libur akhir pekan panjang ini dan melaporkan perkembangannya kepada publik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User