Aug 29, 2026
Hukum

Harga Ayam Tembus Rp47.800, TPID Sumut Siapkan Langkah Antisipasi

Medan — Harga daging ayam potong di sejumlah pasar tradisional di Kota Medan dan sekitarnya menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Pada Ra

Harga Ayam Tembus Rp47.800, TPID Sumut Siapkan Langkah Antisipasi

Medan — Harga daging ayam potong di sejumlah pasar tradisional di Kota Medan dan sekitarnya menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Pada Rabu (26/8/2026), harga komoditas pangan strategis itu bahkan menembus Rp47.800 per kilogram, melampaui Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah.

Pemandangan itu terlihat jelas sejak pagi di sejumlah pasar tradisional Kota Medan. Para pedagang memperbarui papan harga dengan angka yang lebih tinggi dari hari sebelumnya, sementara pembeli tampak lebih selektif dalam memilih potongan ayam. Sebagian konsumen bahkan memilih mengurangi porsi belanja demi menyesuaikan anggaran harian. "Harga ayam terus naik, kami para ibu harus pintar mengatur uang belanja," ujar seorang pembeli di salah satu pasar di Kota Medan.

Kenaikan harga ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, sebab daging ayam merupakan salah satu komoditas yang berkontribusi besar terhadap inflasi pangan. Jika dibiarkan, kenaikan ini berpotensi mendorong harga komoditas lain ikut merangkak naik dan menekan daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan menengah ke bawah.

Kenaikan yang Menembus Harga Acuan

Harga Acuan Pembelian atau HAP merupakan batas harga yang ditetapkan pemerintah sebagai acuan pembelian komoditas pangan, termasuk daging ayam ras, demi melindungi konsumen dari lonjakan harga yang tidak wajar. Ketika harga di pasar melampaui HAP, pemerintah biasanya menilai bahwa pasokan di lapangan mulai terbatas atau rantai distribusi mengalami gangguan.

UraianNilai
Harga daging ayam potong, Rabu (26/8/2026)Rp47.800 per kg
Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintahDi bawah harga pasar
Kondisi hargaMelampaui batas HAP

TPID Sumut Siapkan Langkah Antisipasi

Menanggapi tren kenaikan tersebut, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Utara bergerak cepat. TPID berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari dinas terkait, pelaku usaha, hingga distributor, untuk memetakan penyebab kenaikan dan memastikan pasokan tetap tersedia di pasar.

"Kami telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi agar kenaikan harga ini tidak berlarut-larut dan tidak membebani masyarakat. Koordinasi antarpihak terus dilakukan, pasokan dipantau secara berkala, dan bila diperlukan kami siap menggelar operasi pasar untuk menstabilkan harga," ujar perwakilan TPID Sumatera Utara.

Sejumlah langkah yang disiapkan TPID Sumut antara lain:

  • Pemantauan harga dan pasokan daging ayam di pasar secara berkala;
  • Koordinasi dengan peternak dan distributor untuk menjaga kelancaran distribusi;
  • Penyiapan operasi pasar sebagai jaring pengaman bila harga terus naik;
  • Sinergi dengan kabupaten/kota sentra produksi ayam di Sumatera Utara.

Faktor Pemicu di Balik Tren Kenaikan

Sejumlah pengamat memperkirakan kenaikan harga dipicu oleh kombinasi beberapa faktor, antara lain terganggunya pasokan dari sentra produksi, meningkatnya biaya pakan dan operasional peternak, serta tingginya permintaan pada periode tertentu. "Ketika pasokan berkurang sementara permintaan tetap tinggi, harga otomatis terdorong naik. Ini persoalan keseimbangan antara produksi dan distribusi," ujar seorang pengamat pangan di Medan.

Selain itu, harga anak ayam (DOC) dan pakan yang masih tinggi ikut menekan biaya produksi peternak. Jika kondisi ini berlangsung lama, sebagian peternak berpotensi mengurangi populasi ayam, yang justru akan memperparah kelangkaan pasokan di kemudian hari.

Dampak terhadap Konsumen dan Pedagang

Lonjakan harga ayam berdampak langsung pada konsumen yang menjadikan daging ayam sebagai sumber protein utama yang terjangkau. Daya beli masyarakat kelas menengah bawah menjadi sorotan, karena porsi pengeluaran pangan mereka lebih besar dibanding kelompok lainnya. Sementara itu, pedagang pun merasakan dampaknya: omzet bisa menurun karena pembeli mengurangi jumlah pembelian.

Beberapa pedagang mengaku tetap menjual ayam dengan harga pasar, namun margin keuntungan mereka semakin tipis karena harga beli dari pemasok juga ikut naik. Kondisi ini membuat rantai distribusi pangan di Medan berada dalam situasi yang menuntut pengawasan ekstra dari pemerintah daerah.

Langkah Lanjutan yang Dinanti Publik

Masyarakat berharap langkah antisipasi TPID Sumut segera membuahkan hasil, sehingga harga daging ayam kembali mendekati HAP. Pemantauan berkala, transparansi data harga, dan keterlibatan seluruh pihak menjadi kunci agar kebijakan stabilisasi pangan berjalan efektif.

Hingga berita ini diturunkan, harga daging ayam potong di Kota Medan masih bertahan pada level Rp47.800 per kilogram. Publik menantikan gebrakan nyata pemerintah daerah dalam menjaga keterjangkauan harga pangan pokok di tengah tekanan inflasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User