Hadapi Kemarau, DLH DKI Perketat Mitigasi Kebakaran di TPST Bantargebang

Jakarta — Menyambut puncak musim kemarau yang diprediksi membawa cuaca kering ekstrem, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah antisipatif dengan memperketat strategi mi

Jul 08, 2026 - 04:27
0 0
Hadapi Kemarau, DLH DKI Perketat Mitigasi Kebakaran di TPST Bantargebang

Jakarta — Menyambut puncak musim kemarau yang diprediksi membawa cuaca kering ekstrem, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah antisipatif dengan memperketat strategi mitigasi kebakaran di kawasan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Serangkaian prosedur pencegahan kini diperkuat, mencakup patroli intensif, penyiagaan penuh personel dan perlengkapan, hingga aktivasi posko darurat yang beroperasi nonstop.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin, menyampaikan bahwa musim kemarau secara signifikan meningkatkan kerentanan titik api di area landfill. Oleh karena itu, pengetatan protokol keamanan dilakukan untuk memastikan kelangsungan operasional TPST tetap berjalan lancar dan bebas dari gangguan yang dapat memengaruhi layanan pengelolaan sampah bagi warga ibu kota.

"Musim kemarau membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi, terutama di kawasan landfill. Karena itu, kami memperkuat langkah antisipasi sejak dini, mulai dari pencegahan titik api, kesiapsiagaan petugas dan peralatan, hingga koordinasi lintas instansi agar setiap potensi risiko dapat dicegah dan ditangani secara cepat," ujar Dudi, Senin (6/7/2026), seperti dikutip tim Beritatercepat.com.

Berdasarkan laporan yang dihimpun, langkah preventif yang diterapkan meliputi patroli rutin untuk mendeteksi kemunculan titik panas atau gas metana yang kerap menjadi pemicu kebakaran di tumpukan sampah. Selain itu, posko siaga 24 jam dilengkapi dengan unit pemadam, tangki air, serta personel yang siap merespons kejadian dalam hitungan menit. Koordinasi dengan instansi terkait, termasuk pemadam kebakaran dan aparat kewilayahan, juga diintensifkan untuk membangun sistem tanggap darurat yang terintegrasi.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Data historis menunjukkan bahwa periode kemarau panjang kerap memicu peningkatan insiden kebakaran di sejumlah tempat pemrosesan akhir sampah akibat dekomposisi material organik yang menghasilkan suhu tinggi. Dengan memperkuat mitigasi sejak dini, DLH DKI optimistis seluruh potensi ancaman dapat diredam sebelum berdampak luas.

"Kami ingin memastikan tidak ada ruang bagi titik api untuk berkembang. Semua petugas di lapangan sudah dibekali pelatihan tanggap darurat terbaru, dan peralatan kami cek secara berkala agar selalu dalam kondisi prima," tambahnya.

Masyarakat dan pekerja di sekitar TPST Bantargebang juga diimbau untuk turut berpartisipasi aktif, seperti melaporkan segera jika mencium bau menyengat atau melihat kepulan asap. DLH DKI menegaskan, kolaborasi semua pihak menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas operasional fasilitas pengolahan sampah terbesar di Indonesia ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
irwan-setiawan

Editor Politik. Editor politik breaking dengan update cepat.

Comments (0)

User