Gunung Semeru Erupsi Dini Hari, Luncuran Lava Pijar Mencapai 1,3 Kilometer
Beritatercepat.com, Lumajang — Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada dini hari tadi. Erupsi yang terjadi menghasilkan luncuran lava pijar
Beritatercepat.com, Lumajang — Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada dini hari tadi. Erupsi yang terjadi menghasilkan luncuran lava pijar dengan jarak luncur yang cukup signifikan, sementara status gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu masih bertengger di Level III atau Siaga.
Berdasarkan pantauan media kami di lapangan, Senin (29/6/2026), aktivitas erupsi tersebut terekam secara visual oleh pos pengamatan. Material lava pijar yang terlontar dari pusat kawah Jonggring Saloko mengarah ke sektor tenggara, tepatnya ke wilayah aliran Besuk Kobokan. Jarak luncuran lava dilaporkan mencapai 1.300 meter dari bibir kawah. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi para pemangku kepentingan mengingat wilayah Besuk Kobokan merupakan salah satu jalur luncuran material yang kerap terdampak saat fase erupsi Gunung Semeru meningkat.
Gunung Semeru saat ini berada pada Status Level III (Siaga) dengan luncuran lava pijar mencapai jarak 1,3 kilometer dari pusat kawah menuju area Besuk Kobokan.
Tidak hanya luncuran lava, laporan kami juga mencatat frekuensi letusan yang terjadi pada periode erupsi dini hari tadi. Tercatat gunung api tersebut mengalami sebanyak enam kali letusan eksplosif. Dari letusan-letusan itu, kolom abu vulkanik yang dimuntahkan membumbung tinggi ke udara. Asap erupsi berwarna putih hingga kelabu pekat teramati mencapai ketinggian sekitar 1.100 meter dari atas puncak. Arah sebaran abu dominan bergerak menuju timur dan timur laut, mengikuti arah angin yang berembus di sekitar kawasan puncak mahameru tersebut.
Dengan masih bertahannya Status Siaga (Level III), masyarakat, pendaki, maupun wisatawan diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius bahaya yang telah direkomendasikan. Zona berbahaya tersebut mencakup area dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Selain itu, kewaspadaan tinggi perlu ditingkatkan terhadap potensi awan panas guguran, aliran lahar, serta luncuran material vulkanik lainnya, terutama di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, dan Besuk Kembar. Hingga berita ini diturunkan, tim pemantau dari pos pengamatan terus melakukan monitoring intensif terhadap dinamika kegempaan serta visual gunung untuk mengantisipasi segala kemungkinan peningkatan aktivitas vulkanik selanjutnya.
Comments (0)