Andi Sumangerukka: Profil dan Kinerja Gubernur Sulawesi Tenggara

Andi Sumangerukka: Profil dan Kinerja Gubernur Sulawesi Tenggara

Jul 12, 2026 - 07:11
Updated: 2 hours ago
0 0
Andi Sumangerukka: Profil dan Kinerja Gubernur Sulawesi Tenggara

Profil Singkat

Andi Sumangerukka menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Tenggara periode 2024-2029. Lahir di Watampone, Sulawesi Selatan, 15 April 1965. Berlatar belakang militer, ia merupakan purnawirawan TNI Angkatan Darat dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal sebelum terjun ke politik. Pendidikan terakhirnya di Akademi Militer (Akmil) 1987, kemudian melanjutkan studi strategis di berbagai lembaga pertahanan. Memasuki kontestasi Pilkada Sultra 2024, ia berpasangan dengan Hugua dan memenangkan suara signifikan di 17 kabupaten/kota.

Karier dan Riwayat Jabatan

  • Militer (1987–2021): Mengawali karier sebagai perwira TNI AD, menempati posisi strategis termasuk Komandan Korem dan jabatan struktural di Mabes TNI. Berpengalaman dalam operasi teritorial dan intelijen.
  • Pangdam XIV/Hasanuddin (2020–2021): Puncak karier militer sebagai Panglima Kodam yang membawahi wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.
  • Kepala BIN Daerah Sulawesi Utara (2021–2023): Setelah pensiun dini, ditunjuk memimpin Badan Intelijen Negara di wilayah Sulut.
  • Gubernur Sulawesi Tenggara (2025–sekarang): Dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 di Istana Negara, bersama 961 kepala daerah lainnya.

Kinerja dan Program Unggulan

"Saya tidak mau proyek-proyek besar yang tidak menyentuh langsung masyarakat."

Seratus hari pertama kepemimpinan AHS-Hugua difokuskan pada konsolidasi birokrasi dan intervensi cepat sektor dasar:

  • Pendidikan: Program beasiswa Sultra Cerdas menyasar 5.000 mahasiswa kurang mampu. Perbaikan 200 sekolah rusak berat dimulai Maret 2026.
  • Kesehatan: Universal Health Coverage (UHC) diperluas ke seluruh kabupaten, mencakup 98% penduduk per Januari 2026. Pembangunan dua RSUD tipe C di Konawe Kepulauan dan Buton Tengah.
  • Infrastruktur: Percepatan jalan lingkar Pulau Muna dan jembatan penghubung Konawe-Kolaka. Alokasi Rp2,3 triliun untuk 2026.
  • Pertanian dan Kelautan: Hilirisasi rumput laut dan kacang mete. Target ekspor komoditas meningkat 40% pada 2027.

Tantangan dan Harapan

Tiga tantangan utama membayangi: pertama, defisit infrastruktur dasar di wilayah kepulauan dan terisolir. Kedua, tingkat kemiskinan Sultra yang masih di angka 10,8% (BPS Maret 2025), membutuhkan terobosan ekonomi inklusif. Ketiga, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang stagnan di bawah 12% dari total APBD.

Harapan publik tertuju pada konsistensi AHS menerjemahkan pengalaman teritorialnya ke pembangunan yang merata, menghindari jebakan proyek mercusuar tanpa dampak langsung. Masyarakat Sultra menanti realisasi nyata di sisa masa jabatan hingga 2029.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User