Benhur Tomi Mano: Profil dan Kinerja Gubernur Papua
Benhur Tomi Mano: Profil dan Kinerja Gubernur Papua
Profil Singkat
Benhur Tomi Mano (lahir 25 Desember 1964) adalah Gubernur Papua definitif hasil Pilkada Serentak 2024. Ia bersama Wakil Gubernur Yermias Bisai dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 20 Februari 2025. Pasangan ini mengusung visi "Papua Bangkit, Mandiri, dan Sejahtera" periode 2025-2030.
Sebelum menjabat, Benhur merupakan Wali Kota Jayapura dua periode (2011–2016 dan 2017–2022). Ia dikenal sebagai birokrat karier yang memulai jabatan dari eselon rendah di Pemerintah Kota Jayapura sebelum naik ke panggung provinsi.
Karier dan Riwayat Jabatan
Lintasan karier Benhur Tomi Mano mencerminkan birokrat teknis yang tumbuh dari bawah:
- 2025–2030: Gubernur Papua
- 2017–2022: Wali Kota Jayapura (periode kedua)
- 2011–2016: Wali Kota Jayapura (periode pertama)
- 2008–2011: Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Jayapura
- 2004–2008: Kepala Bagian Keuangan dan Program Sekretariat Daerah Kota Jayapura
- 2000–2004: Kasubag Perencanaan dan Kasubag Anggaran di lingkungan Pemkot Jayapura
Pendidikan terakhir: S2 Manajemen. Ia membangun reputasi sebagai administrator keuangan daerah yang tertib, suatu modal penting saat mengelola APBD Papua yang kompleks.
Kinerja dan Program Unggulan
Seratus hari pertama kepemimpinan Benhur-Yermias (Februari–Juni 2026) ditandai tiga terobosan struktural:
- Percepatan Pembentukan 4 Wilayah Adat sebagai Pusat Ekonomi Baru — Merespons pemekaran DOB Papua, Benhur mengonsolidasikan wilayah induk ke dalam zona Mamta, Saireri, Anim Ha, dan La Pago sebagai simpul logistik dan pertanian. Anggaran stimulus Rp1,3 triliun dialokasikan untuk jalur distribusi pangan.
- Beasiswa 10.000 Putra-Putri Papua — Program afirmasi pendidikan tinggi mencakup jenjang D3 hingga S3, prioritas bidang kesehatan, teknik pertambangan, dan agrikultur tropis. Kuota khusus bagi siswa dari kampung terpencil tanpa akses internet.
- Sistem Informasi Pemerintahan Desa (SIPD) 3.0 — Digitalisasi tata kelola kampung adat. Per 2026, 87% kampung di Papua induk telah terhubung jaringan fiber-optic Palapa Ring Timur dengan dashboard anggaran real-time yang memangkas kebocoran dana otonomi khusus.
- Pembangunan 4 Rumah Sakit Regional Tipe C — Satu RS di setiap wilayah adat ditargetkan operasional penuh triwulan IV 2026, dilengkapi layanan ICU dan telemedicine berbasis satelit Starlink.
"Otsus harus menyentuh kampung, bukan hanya kota. Kami bangun Papua dari pinggiran," ujar Benhur di hadapan DPRP, Maret 2026.
Tantangan dan Harapan
Benhur menghadapi tiga tantangan fundamental:
- Rendahnya Serapan Anggaran Otsus — Tahun anggaran 2025, serapan Otsus hanya 62% per November. Penyebab utama: kapasitas SDM pemda dan medan distribusi yang ekstrem.
- Keamanan dan Stabilitas — Wilayah pegunungan tengah masih rawan gangguan kelompok separatis yang menghambat proyek infrastruktur. Benhur mengedepankan pendekatan dialogis dengan tokoh adat.
- Ketimpangan Pembangunan Pasca-DOB — Pemekaran menyisakan Papua induk dengan PAD kecil. Strategi Benhur bertumpu pada hilirisasi perikanan, kakao, dan kopi Papua.
Harapan publik terhadap Benhur sangat tinggi: menyederhanakan birokrasi, menaikkan IPM Papua dari 61,3 (2025) menuju 65, serta memastikan pembangunan infrastruktur dasar merata hingga distrik terisolir.
Comments (0)