Ria Norsan: Profil dan Kinerja Gubernur Kalimantan Barat

Ria Norsan: Profil dan Kinerja Gubernur Kalimantan Barat

Jul 12, 2026 - 06:18
Updated: 3 hours ago
0 0
Ria Norsan: Profil dan Kinerja Gubernur Kalimantan Barat

Profil Singkat

H. Ria Norsan, S.H., M.H. lahir di Pontianak pada 14 Desember 1962. Ia adalah Gubernur Kalimantan Barat periode 2025-2030, dilantik pada 20 Februari 2025 bersama Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan. Berlatar belakang sarjana hukum, Ria Norsan dikenal sebagai politisi senior PDI Perjuangan dengan pengalaman panjang di birokrasi dan pemerintahan daerah.

  • Nama lengkap: H. Ria Norsan, S.H., M.H.
  • Lahir: Pontianak, 14 Desember 1962
  • Partai: PDI Perjuangan
  • Pendidikan: Sarjana Hukum Universitas Tanjungpura, Magister Hukum Universitas Padjadjaran
  • Periode jabatan: 2025-2030

Karier dan Riwayat Jabatan

Sebelum menjadi Gubernur, Ria Norsan meniti karier dari birokrat hingga kepala daerah. Pengalaman panjangnya di pemerintahan membentuk gaya kepemimpinan yang pragmatis dan berorientasi pembangunan infrastruktur.

  • Bupati Mempawah (2009-2014, 2014-2019) — Dua periode memimpin Kabupaten Mempawah. Fokus pada pembangunan jalan, irigasi, dan fasilitas publik.
  • Wakil Gubernur Kalbar (2018-2023) — Mendampingi Sutarmidji. Mengawal proyek strategis seperti Jembatan Kapuas II dan pembangunan Bandara Internasional Singkawang.
  • Gubernur Kalimantan Barat (2025-sekarang) — Menang Pilgub 2024 dengan pasangan Krisantus Kurniawan, mengusung visi "Kalimantan Barat Maju dan Sejahtera."

Kinerja dan Program Unggulan

Dalam 100 hari pertama kepemimpinannya sepanjang 2025, Ria Norsan mengakselerasi sejumlah program prioritas yang menyasar infrastruktur, layanan publik, dan pemerataan ekonomi wilayah perbatasan.

  • Percepatan infrastruktur jalan dan jembatan — Melanjutkan pembangunan jalan paralel perbatasan Indonesia-Malaysia sepanjang 1.800 km. Hingga Juni 2025, progres mencapai 72% dengan target tembus 85% pada akhir 2026.
  • Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singkawang — Menarik investasi Rp3,2 triliun di sektor pariwisata dan industri halal pada kuartal pertama 2025. Pembukaan 2.300 lapangan kerja baru.
  • Digitalisasi layanan publik — Meluncurkan aplikasi terintegrasi "Kalbar Cepat" pada Maret 2025 yang mencakup 140 jenis pelayanan perizinan, kesehatan, dan administrasi kependudukan dalam satu platform.
  • Ketahanan pangan — Program cetak sawah baru 20.000 hektar di Kabupaten Kubu Raya dan Sambas. Target surplus beras pada 2026 untuk mengurangi ketergantungan impor.
  • Pendidikan gratis jenjang SMA/SMK — Program sekolah gratis bagi 157.000 siswa mulai tahun ajaran 2025/2026, dengan alokasi anggaran pendidikan Rp1,8 triliun.
  • Kesehatan — Penurunan angka stunting menjadi 21,4% per Juni 2025 dari sebelumnya 24,8% pada 2024 melalui intervensi gizi dan sanitasi di 14 kabupaten/kota.
"Pemerataan pembangunan adalah napas kami. Wilayah perbatasan tidak boleh lagi menjadi halaman belakang, melainkan beranda depan Indonesia." — Ria Norsan, April 2025.

Tantangan dan Harapan

Sejumlah tantangan struktural masih membayangi Kalimantan Barat di bawah kepemimpinan Ria Norsan. Ketimpangan wilayah perbatasan, kerusakan lingkungan akibat alih fungsi lahan, dan tingginya angka kemiskinan di pedalaman menjadi pekerjaan rumah yang mendesak.

  • Ketimpangan perbatasan — Sebanyak 61 desa di perbatasan Kalimantan Barat-Malaysia masih tergolong desa tertinggal per 2025. Akses listrik dan air bersih belum merata.
  • Defisit infrastruktur — Kerusakan jalan provinsi mencapai 38% dari total 1.400 km. Anggaran pemeliharaan tahun 2025 senilai Rp650 miliar dinilai belum mencukupi.
  • Isu lingkungan — Deforestasi 132.000 hektar sepanjang 2023-2024 menuntut kebijakan tata kelola lahan yang lebih ketat. Masyarakat sipil mendorong moratorium perkebunan sawit ilegal.
  • Kemiskinan — Tingkat kemiskinan Kalbar 6,32% per Maret 2025, turun tipis dari 6,46% pada 2024. Target RPJMD 2025-2030 menetapkan angka 4,5% pada 2029.

Ria Norsan menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan berbasis data dan kolaborasi lintas sektor. Publik menaruh harapan besar agar program

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User