Gempa Susulan M 5,8 Robohkan Posko Reo, Satu Pengungsi Meninggal
BARU SAJA: Gempa susulan magnitudo 5,8 kembali mengguncang Satar Reo, Manggarai Timur, NTT, Kamis (20/8). Satu pengungsi tewas dan posko pengungsian rusak hingga roboh.Guncangan susulan menerjang wila...
BARU SAJA: Gempa susulan magnitudo 5,8 kembali mengguncang Satar Reo, Manggarai Timur, NTT, Kamis (20/8). Satu pengungsi tewas dan posko pengungsian rusak hingga roboh.
Guncangan susulan menerjang wilayah Reo pada sore hari. Getaran terasa kuat dan memicu kepanikan warga. Sebagian posko pengungsian di Barang Kolong, Kecamatan Reo, dilaporkan rusak parah.
Kronologi Gempa Susulan
Gempa berkekuatan magnitudo 5,8 mengguncang Satar Reo, Kamis (20/8). Getaran dirasakan kuat di sejumlah titik pengungsian. Warga yang beristirahat langsung berhamburan keluar tenda.
Dampak guncangan langsung terlihat di Lapangan Barang Kolong. Sejumlah tenda posko rusak dan sebagian roboh. Situasi darurat tercipta di lokasi pengungsian.
Para pengungsi kembali menyelamatkan diri keluar tenda. Tim gabungan bergerak memastikan kondisi warga. Penanganan darurat langsung dilakukan di lapangan.
Sebelumnya, kawasan NTT diguncang gempa besar. Ratusan warga masih bertahan di pengungsian. Gempa susulan terus menguji kesiapsiagaan warga dan petugas.
Satu Pengungsi Meninggal Dunia
Gempa susulan kali ini merenggut satu nyawa. Seorang pengungsi bernama Adrianus Aji (54) meninggal dunia. Korban terjatuh saat gempa susulan terjadi di lokasi pengungsian.
Adrianus sempat mendapat pertolongan pertama dari tim medis. Tim medis Dokpol Mabes Polri bergerak cepat di Posko Barang Kolong. Sayangnya, nyawa korban tidak tertolong.
Korban sempat dievakuasi dan ditangani langsung di posko. Pertolongan medis dilakukan di lokasi pengungsian. Seluruh proses berlangsung di tengah kondisi darurat.
Upaya Tim Medis di Posko
Iptu dokter David Yohan membeberkan kronologi penanganan. Tim medis taktis menerima Adrianus pada pukul 16.30 WITA. Korban datang dalam kondisi tidak sadar dan henti napas.
Menurut David, Adrianus terjatuh saat gempa susulan mengguncang posko. Tim medis langsung melakukan resusitasi jantung paru (RJP). Penyelamatan berlangsung di lapangan dengan keterbatasan.
Serangkaian RJP dilakukan untuk memulihkan detak jantung korban. Sayangnya, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Adrianus akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
David menyebut korban memiliki riwayat penyakit jantung. Kondisi itu memperberat respons tubuh korban. Tim medis tetap berupaya maksimal menyelamatkan nyawa.
Pertolongan medis bagi korban gempa dilakukan tanpa menunggu rujukan. Tim medis taktis langsung bertindak di lapangan. Langkah itu demi mempercepat penyelamatan nyawa.
Korban Lain Ditangani Langsung
Tim medis taktis tidak hanya menangani Adrianus. Sejumlah korban gempa susulan lain juga mendapat pertolongan. Penanganan dilakukan langsung di posko lapangan Barang Kolong.
David menegaskan tindakan cepat dan responsif menjadi kunci. Penanganan darurat dilakukan demi menyelamatkan nyawa. Situasi bencana menuntut respons medis yang sigap.
Data BMKG: 3.055 Gempa Susulan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat aktivitas gempa susulan di NTT sangat tinggi. Per Rabu (19/8), total gempa susulan tercatat 3.055 kali. Gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 6,2.
Angka tersebut menunjukkan energi bumi di kawasan NTT masih aktif. Gempa susulan berpotensi kembali terjadi sewaktu-waktu. Warga diminta tidak lengah terhadap ancaman guncangan.
Deretan gempa susulan tercatat sejak gempa utama terjadi. Aktivitas itu berlangsung hampir tanpa henti. Masyarakat diminta memantau informasi resmi BMKG.
Catatan BMKG menjadi dasar kewaspadaan bagi seluruh wilayah terdampak. Setiap getaran susulan berisiko menambah kerusakan. Posko pengungsian pun harus diperkuat menghadapi guncangan.
Kondisi Pengungsian dan Siaga
Kerusakan posko menambah beban penanganan darurat. Tenda-tenda yang rusak perlu segera diperbaiki. Pengungsi membutuhkan tempat berteduh yang aman.
Petugas gabungan terus bersiaga di lokasi pengungsian. Tim medis siaga melayani warga terdampak. Evakuasi dan penanganan korban menjadi prioritas utama.
Warga diimbau menjauhi bangunan yang retak. Pengungsi diminta mengikuti arahan petugas. Perkembangan situasi akan terus diumumkan instansi terkait.
Warga mengungsi di tenda-tenda darurat di lapangan terbuka. Mereka masih trauma dengan guncangan yang terus berulang. Dukungan logistik dan kesehatan sangat dibutuhkan.
Pantauan Terkini
Tim medis dan petugas lapangan masih bertahan di posko. Penanganan korban gempa susulan terus berlanjut. Informasi resmi terbaru akan disampaikan otoritas setempat.
Gempa susulan di NTT masih menjadi perhatian serius. Warga diimbau tetap waspada dan tenang. Keselamatan pengungsi menjadi prioritas utama semua pihak.
Belum ada laporan lengkap kerusakan akibat gempa susulan terbaru. Pendataan terus dilakukan petugas di lapangan. Masyarakat diharap tetap tenang dan tidak terpancing hoaks.
Comments (0)