Gempa M5,1 Guncang Sangihe, BMKG Tegaskan Nihil Tsunami
BARU SAJA – Gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,1 mengguncang Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Minggu pagi (12/7/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) langsung merilis pe...
BARU SAJA – Gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,1 mengguncang Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Minggu pagi (12/7/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) langsung merilis pernyataan resmi: TIDAK ADA POTENSI TSUNAMI.
Getaran terjadi tepat pukul 08.15 WITA. Episenter gempa berada di laut pada koordinat 4,52° LU – 125,67° BT, sekitar 42 kilometer arah barat daya Kota Tahuna, ibu kota Kabupaten Sangihe. Kedalaman hiposenter tercatat 10 kilometer, tergolong gempa dangkal.
Mekanisme Sumber Gempa
Menurut analisis BMKG, gempa ini dipicu aktivitas subduksi Lempeng Laut Maluku. Hasil mekanisme sumber menunjukkan pergerakan sesar naik. Kedalaman dangkal membuat guncangan terasa cukup kuat di beberapa wilayah permukiman pesisir.
Fakta Cepat Gempa Sangihe
- Magnitudo: 5,1
- Waktu: 08.15 WITA, 12 Juli 2026
- Lokasi episenter: 4,52° LU – 125,67° BT (laut barat daya Tahuna)
- Kedalaman: 10 km (dangkal)
- Tsunami: Tidak berpotensi (dikonfirmasi BMKG)
- Gempa dirasakan: Skala MMI III–IV di Tahuna dan pulau-pulau kecil
- Penyebab: Aktivitas subduksi lempeng
- Status: Belum ada laporan kerusakan atau korban jiwa
Respons dan Imbauan Resmi
UPDATE – Hingga 30 menit pasca kejadian, belum ada laporan kerusakan bangunan atau korban luka. Tim Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Sangihe sedang berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan relawan untuk asesmen cepat.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, melalui keterangan tertulisnya, memastikan bahwa gempa tidak memicu tsunami. “Gempa ini tidak memiliki energi cukup untuk membangkitkan gelombang laut. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing isu,” tegasnya.
BMKG juga meminta warga untuk memeriksa struktur bangunan masing-masing dan hanya mempercayai informasi dari kanal resmi. Gempa susulan dengan magnitudo kecil mungkin terjadi, namun diyakini tidak berbahaya.
BMKG mengingatkan agar warga pesisir tidak panik. Peringatan dini tsunami tidak diaktifkan karena syarat magnitudo minimum dan kedalaman tidak terpenuhi. “Sumber gempa tidak memicu deformasi vertikal dasar laut yang signifikan,” tulis BMKG.
Hingga pukul 09.00 WITA, tercatat dua kali gempa susulan dengan magnitudo 2,7 dan 3,1. Keduanya tidak dirasakan warga.
Pantauan Beritatercepat di lapangan, sejumlah warga Tahuna sempat berhamburan keluar rumah. Aktivitas pelabuhan dan pasar tradisional sempat terhenti beberapa menit, namun kini berangsur normal.
KONFIRMASI – Pihak BMKG Sulawesi Utara membuka layanan informasi 24 jam melalui telepon dan media sosial untuk menjawab kecemasan warga. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada peningkatan status darurat.
Beritatercepat akan terus memantau perkembangan. Tetap siaga, jangan sebar hoaks.
Baca juga:
Comments (0)