Gempa 5,1 Guncang Sangihe, Warga Berhamburan, BMKG: Aman Tsunami
BARU SAJA – Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Sabtu dini hari (12/7/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) langsung me...
BARU SAJA – Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Sabtu dini hari (12/7/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) langsung merilis peringatan dini: tidak ada potensi tsunami.
Guncangan Kuat Terasa hingga Pulau Terluar
Data seismograf mencatat pusat gempa berada di laut, sekitar 28 kilometer barat daya Tahuna, ibu kota Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kedalaman hiposenter terkonfirmasi 15 kilometer, tergolong dangkal.
Getaran terasa kuat selama 4–6 detik. Warga di Kecamatan Tahuna, Tamako, dan Tabukan Utara panik berhamburan keluar rumah. Sejumlah bangunan retak ringan, namun belum ada laporan korban jiwa.
- Magnitudo: 5,1
- Waktu: 12 Juli 2026, pukul 03.42 WITA
- Lokasi: 3,78 LU – 125,42 BT, barat daya Tahuna
- Kedalaman: 15 kilometer
Ratusan Warga Mengungsi Mandiri
Kepanikan melanda permukiman pesisir. Sekitar 200 warga Desa Bowongkali dan Desa Lenganeng mengungsi ke dataran tinggi. Mereka khawatir tsunami susulan meski BMKG sudah menyatakan nihil potensi.
"Kami langsung lari ke bukit, takut air laut surut tiba-tiba," ujar seorang saksi mata di Tahuna. "Listrik sempat padam beberapa menit."
Tim reaksi cepat BPBD Sangihe langsung diterjunkan. Evakuasi terbatas difokuskan pada lansia dan anak-anak di zona rawan gempa. Jalur komunikasi seluler sempat terganggu, namun kini berangsur pulih.
BMKG: Aktivitas Sesar Lokal, Bukan Megathrust
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG menegaskan, gempa ini dipicu aktivitas sesar aktif di Laut Maluku, bukan dari zona subduksi megathrust. "Mekanisme sumber menunjukkan pergerakan geser naik," jelasnya. "Gempa susulan berkekuatan kecil masih mungkin terjadi."
Hingga pukul 05.00 WITA, BMKG mencatat tiga kali gempa susulan dengan magnitudo 2,9 hingga 3,4. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing hoaks prediksi gempa lebih besar.
Bandara Naha Tetap Beroperasi Normal
Otoritas Bandara Naha, Tahuna, melaporkan landasan pacu dalam kondisi aman. Aktivitas penerbangan perintis tidak terganggu. Pelabuhan Tahuna juga tidak mengalami kerusakan berarti.
Tim SAR gabungan masih menyisir desa terisolir di Pulau Marore dan Pulau Matutuang. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada sinyal darurat atau kerusakan parah yang dilaporkan.
UPDATE 05.30 WITA: Status siaga darurat ditetapkan di tiga kecamatan. Warga diminta menghindari bangunan retak dan tetap memantau informasi resmi BMKG.
Baca juga:
Comments (0)