Festival Malang Tempo Doeloe 2026 Sukses Besar, Stand Galery Bangho Jadi Primadona
MALANG – Ribuan pengunjung membanjiri Taman Krida Budaya sejak Festival Malang Tempo Doeloe resmi dibuka pada 30 Juni 2026 lalu. Antusiasme tinggi tak hanya datang dari warga Malang Raya, tetapi juga dari luar kota seperti Solo, Yogyakarta, Bandung, hingga Jakarta. Mereka rela menempuh perjalanan jauh untuk merasakan pengalaman bernostalgia yang ditawarkan festival tahunan ini.
Lautan Manusia di Setiap Sudut Festival
Pantauan tim media kami di lokasi pada Jumat malam (3/7/2026), area festival dipadati pengunjung dari berbagai kalangan. anak muda sibuk mengabadikan momen dengan kamera ponsel, sementara para lansia tampak asyik bernostalgia dengan berbagai barang tempo dulu yang dipamerkan. Festival ini seakan menjadi ruang publik lintas generasi yang berhasil menyatukan masyarakat dari berbagai usia dan daerah.
Berdasarkan laporan terbaru yang dihimpun di lapangan, jumlah pengunjung mengalami peningkatan signifikan setiap harinya. Bahkan, panitia memperkirakan total pengunjung sepanjang festival akan melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.
Galery Bangho, Bintang Utama yang Selalu Dirindukan
Di tengah puluhan stan yang ikut meramaikan festival, satu stan berhasil mencuri perhatian lebih: Galery Bangho. Dengan konsep dekorasi kolonial dan koleksi barang antik langka yang memukau, stan ini menjadi magnet paling kuat bagi para pengunjung.
“Rasanya kayak balik ke tahun 1950-an. Keren banget dekornya, detail banget. Saya sampai rela antre 30 menit demi bisa foto di sini,”
ungkapan Rani, seorang pengunjung asal Bandung yang sengaja menyempatkan diri ke Malang demi mengunjungi festival ini.
Antrean yang mengular di depan Stan Galery Bangho menjadi pemandangan biasa sepanjang festival berlangsung. Pengunjung bergantian berpose dengan beragam properti jadul yang disediakan, mulai dari topi fedora, gaun panjang ala wanita Eropa, hingga jas ala bangsawan Belanda. Setiap sudut stan dirancang sedemikian rupa sehingga memberikan pengalaman imersif seolah benar berada di era kolonial.
Destinasi Wisata Baru yang Menjanjikan
Festival yang akan berakhir pada 5 Juli 2026 ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat sekitar. Para pelaku UMKM yang turut serta mengaku omzet mereka meningkat drastis selama festival berlangsung.
Lebih dari sekadar perayaan nostalgia, Festival Malang Tempo Doeloe telah membuktikan diri sebagai event yang mampu menghidupkan kembali ruang publik. Taman Krida Budaya yang biasanya sepi, kini bertransformasi menjadi pusat keramaian yang dinamis. Rencananya, event serupa akan kembali digelar tahun depan dengan skala yang lebih besar dan partisipasi yang lebih luas.
Comments (0)