EROPA — Wabah Salmonella Stanley Landa 13 Negara, 106 Kasus Terkonfirmasi
Jakarta – Wabah infeksi Salmonella Stanley yang melanda kawasan Eropa terus meluas. Data terbaru menunjukkan total 106 kasus terkonfirmasi tersebar di 13 n
Jakarta – Wabah infeksi Salmonella Stanley yang melanda kawasan Eropa terus meluas. Data terbaru menunjukkan total 106 kasus terkonfirmasi tersebar di 13 negara Eropa dan Inggris Raya dalam rentang waktu November 2025 hingga Juni 2026. Puluhan korban, mayoritas anak-anak dan dewasa muda, harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Lonjakan kasus ini memicu penyelidikan lintas negara untuk melacak sumber penularan yang masih misterius.
Kronologi Penyebaran Wabah
Rentetan infeksi terdeteksi pertama kali pada akhir 2025 sebelum akhirnya meledak menjadi wabah multinasional pada pertengahan 2026. Berikut urutan kejadian berdasarkan laporan otoritas kesehatan Eropa:- November 2025: Sinyal awal wabah mulai tercatat. Beberapa negara melaporkan peningkatan kasus infeksi Salmonella Stanley yang tidak biasa, terutama pada kelompok usia muda.
- Desember 2025 – Maret 2026: Kasus terus bertambah secara gradual. Investigasi epidemiologi mulai dilakukan, namun sumber penularan belum teridentifikasi.
- April – Mei 2026: Lonjakan signifikan terjadi. Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) meningkatkan status kewaspadaan dan mengoordinasikan pelacakan lintas batas.
- Juni 2026: Angka kumulatif mencapai 106 kasus terkonfirmasi di 13 negara Eropa dan Inggris Raya, dengan 49 pasien memerlukan rawat inap. Wabah dinyatakan sebagai kejadian multinasional serius.
Distribusi Kasus: Inggris Tertinggi, Lithuania Mengekor
Sebaran infeksi tidak merata. Beberapa negara menanggung beban kasus jauh lebih berat, menunjukkan kemungkinan adanya rantai distribusi makanan yang terkonsentrasi. Data distribusi pasien sebagai berikut:- Inggris Raya: 29 kasus – jumlah tertinggi, menandakan sumber penularan mungkin beredar luas di rantai pasok pangan lokal.
- Lithuania: 23 kasus – proporsi signifikan mengingat ukuran populasi, memicu investigasi mendalam di negara Baltik ini.
- Jerman: 14 kasus – otoritas kesehatan federal tengah melacak produk pangan mencurigakan.
- Denmark: 10 kasus – temuan menguatkan dugaan kontaminasi terjadi pada produk pangan yang didistribusikan secara internasional.
- Negara lainnya: 30 kasus tersebar di sembilan negara, termasuk Prancis, Belanda, Belgia, dan beberapa negara Eropa Timur.
Comments (0)