Dua Prajurit Gugur dalam Aksi Heroik Selamatkan Pelajar SMP di Pantai Nirun
Kronologi Kejadian Peristiwa nahas itu bermula pada Minggu (21/6/2026) siang sekitar pukul 14.40 WIT. Sekelompok pelajar SMP yang sedang berwisata di kawasan Pantai Nirun Lear Ngursoin, Kecamatan
Kronologi Kejadian
Peristiwa nahas itu bermula pada Minggu (21/6/2026) siang sekitar pukul 14.40 WIT. Sekelompok pelajar SMP yang sedang berwisata di kawasan Pantai Nirun Lear Ngursoin, Kecamatan Kei Kecil Selatan, Kota Tual, Maluku, berfoto-foto di area tebing tanpa pengawasan langsung dari guru mereka. Saat asyik mengabadikan momen, salah seorang pelajar diduga terpeleset dan jatuh ke laut. Teman-temannya panik, dan teriakan minta tolong segera terdengar.
Briptu Nanda Tutupoho, anggota Polda Maluku, dan Serda Rangga S, prajurit TNI Angkatan Udara dari Lanud Dumatubun, yang kebetulan berada di lokasi wisata itu, spontan bereaksi. Keduanya langsung terjun ke perairan untuk menyelamatkan pelajar yang mulai terseret arus. Namun, kondisi laut saat itu sangat ganas—ombak besar dan arus kuat membuat upaya penyelamatan berubah menjadi pertarungan hidup dan mati.
Alih-alih berhasil menarik korban ke daratan, kedua pahlawan itu justru ikut terseret dan dihantam ombak. Beberapa saksi mata menyebut Briptu Nanda dan Serda Rangga sempat berjuang melawan gelombang, tetapi kekuatan alam terlalu dahsyat. Ketiganya akhirnya tenggelam sebelum bantuan tambahan tiba.
"Korban yang gugur dalam peristiwa tersebut adalah Briptu Nanda Tutupoho, anggota Polda Maluku, dan Serda Rangga S, prajurit TNI Udara dari Lanud Dumatubun," ujar Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi, dalam keterangan resmi yang diterima media kami.
Evakuasi dan Duka Mendalam
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Tual, TNI AL, Polairud, dan relawan lokal langsung dikerahkan begitu laporan diterima. Setelah pencarian intensif, jasad Briptu Nanda, Serda Rangga, dan pelajar malang itu berhasil dievakuasi dalam kondisi tidak bernyawa. Ketiganya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tual untuk proses identifikasi dan visum.
Insiden ini sontak menggetarkan masyarakat Tual dan jajaran TNI-Polri. Keberanian Briptu Nanda dan Serda Rangga yang tanpa ragu mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan orang lain menuai penghormatan mendalam. Keduanya dikenal sebagai personel yang disiplin dan memiliki jiwa kemanusiaan tinggi. Polda Maluku dan Lanud Dumatubun menyatakan akan memberikan penghargaan anumerta dan memastikan prosesi pemakaman dilakukan secara kedinasan dengan penghormatan militer.
Kombes Rositah menambahkan, pihaknya tengah melakukan investigasi untuk mengetahui apakah ada kelalaian dari pihak sekolah atau pengelola wisata yang menyebabkan para pelajar lepas dari pengawasan. "Kami mendalami semua aspek, mulai dari prosedur kunjungan wisata hingga kemungkinan adanya standar keamanan yang diabaikan di lokasi tebing," tegasnya.
Peristiwa ini kembali menyisakan luka bagi institusi keamanan Tanah Air. Gugurnya dua prajurit muda saat menjalankan tugas kemanusiaan di luar jam dinas seakan mengingatkan bahwa panggilan jiwa seorang penjaga negeri tidak pernah padam, bahkan di momen ketika mereka memilih beristirahat. Masyarakat Kota Tual pun berduka, mengucurkan doa dan apresiasi bagi dua pahlawan yang rela meregang nyawa demi menyelamatkan sesama.
Demikian laporan dari Beritatercepat.com atas tragedi heroik di perairan Maluku yang menjadi pelajaran berharga tentang keamanan wisata dan nilai pengorbanan tanpa pamrih.
Comments (0)