Dua Pelajar Tewas, Mobil Dihantam KA Babaranjang di Lampung Utara
BREAKING: Mobil Pelajar Ringsek Disambar Kereta, Dua Korban JiwaLAMPUNG UTARA, Detik Ini Juga — Tragedi maut terjadi di perlintasan kereta tanpa palang pintu di wilayah Lampung Utara, Kamis (15/5/20...
BREAKING: Mobil Pelajar Ringsek Disambar Kereta, Dua Korban Jiwa
LAMPUNG UTARA, Detik Ini Juga — Tragedi maut terjadi di perlintasan kereta tanpa palang pintu di wilayah Lampung Utara, Kamis (15/5/2023) petang. Sebuah mobil penumpang jenis Daihatsu Ayla yang ditumpangi tiga pelajar hancur setelah dihantam Kereta Api Babaranjang. Dua remaja dilaporkan tewas di lokasi, sementara satu lainnya kritis.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan insiden berlangsung sekitar pukul 16.30 WIB. Mobil bernomor polisi BE 1234 XY itu melintas dari arah jalan desa menuju jalan raya. Secara tiba-tiba, rangkaian gerbong batu bara yang ditarik lokomotif Babaranjang muncul dari tikungan. Tabrakan keras tak terhindarkan.
Kronologi Detik-Detik Kecelakaan
Menurut keterangan saksi mata, sopir mobil—seorang pelajar berusia 17 tahun—diduga tidak mendengar bunyi klakson yang dibunyikan masinis berkali-kali. Perlintasan itu memang dikenal rawan karena hanya dilengkapi rambu “STOP” tanpa palang maupun lampu peringatan. “Suara kereta sudah keras, tapi mobil tetap melaju. Mungkin panik,” ujar seorang saksi yang tidak ingin disebutkan namanya.
Benturan mengakibatkan mobil terpental sejauh lebih dari 30 meter dan terseret di bawah gerbong. Badan mobil ringsek tak berbentuk. Proses evakuasi korban memakan waktu lebih dari satu jam karena petugas harus memotong bagian atap kendaraan.
- Identitas korban tewas: Andi (16) dan Reza (17), keduanya pelajar SMA setempat.
- Korban luka: Dian (16), saat ini dirawat intensif di RSUD terdekat dengan patah tulang serius.
- Jenis kereta: KA Babaranjang, rangkaian pengangkut batu bara jurusan Tanjung Enim – Tarahan.
- Lokasi: Perlintasan liar tanpa palang pintu di Desa X, Kecamatan Y, Lampung Utara.
Respons Pihak Berwenang
Kapolres Lampung Utara melalui Kasat Lantas AKP Budi Santoso mengonfirmasi kejadian ini. “Kecelakaan diduga akibat kelalaian pengemudi yang tidak berhenti dan memastikan jalur aman sebelum melintas. Kami masih melakukan olah TKP dan meminta keterangan masinis,” tegasnya. Pihaknya juga menyebut perlintasan itu bukan perlintasan resmi yang dijaga, sehingga tanggung jawab penuh ada pada pengguna jalan.
Petugas PT KAI Divre setempat langsung diterjunkan untuk mengevakuasi rangkaian dan menormalkan jalur. Perjalanan kereta sempat tertunda lebih dari dua jam. “Kami turut berduka. Kami terus ingatkan masyarakat untuk selalu disiplin di perlintasan sebidang,” kata juru bicara KAI.
Keselamatan yang Terabaikan
Insiden ini menambah panjang daftar kecelakaan di perlintasan tanpa penjagaan di Lampung. Data dari Komite Keselamatan Transportasi menunjukkan lebih dari 70 persen kecelakaan kereta api terjadi di perlintasan liar. Warga sekitar mengaku sudah lama meminta pemasangan palang pintu, namun tak kunjung terealisasi. “Setiap hari anak-anak sekolah lewat sini. Kami cemas tapi tak punya pilihan,” keluh seorang warga.
Sementara itu, keluarga korban yang berada di rumah duka tak kuasa menahan tangis. Jenazah kedua pelajar telah dibawa ke rumah masing-masing untuk disemayamkan. Pihak sekolah berencana menggelar doa bersama keesokan harinya.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan. Fokus investigasi adalah memeriksa apakah ada unsur kelelahan, pengaruh gadget, atau faktor teknis pada kendaraan. Laporan akan diperbarui begitu keterangan resmi dirilis.
Baca juga:
Comments (0)