Dinas SDABMBK Medan Jemput Bola Petakan Infrastruktur Bermasalah
MEDAN, Beritatercepat.com — Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan mulai mengubah paradigma penanganan infrastruktur di
MEDAN, Beritatercepat.com — Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan mulai mengubah paradigma penanganan infrastruktur di Ibu Kota Sumatera Utara. Jika selama ini penanganan kerusakan jalan dan drainase lebih banyak bergantung pada laporan masyarakat, kini dinas teknis tersebut memilih turun langsung ke wilayah untuk memetakan persoalan di lapangan.
Langkah proaktif itu diwujudkan melalui program bertajuk "Misi Energik SDABMBK", sebuah pola kerja jemput bola yang sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan di seluruh Kota Medan.
Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan, Khairul Azmi, didampingi Kepala UPT Medan Utara, mengawal langsung kegiatan pemetaan di lapangan. Kehadiran pejabat dinas di titik-titik persoalan menjadi penanda bahwa birokrasi tidak lagi bekerja dari balik meja.
"Kami turun langsung ke wilayah agar persoalan jalan, drainase, dan infrastruktur lainnya terpetakan dengan jelas. Penanganan tidak lagi sekadar menunggu laporan yang masuk," ujar Khairul Azmi.
Misi Energik: Terobosan Pola Kerja Birokrasi
Program Misi Energik SDABMBK lahir dari kesadaran bahwa pola penanganan infrastruktur yang bersifat pasif kerap menimbulkan keterlambatan. Laporan warga tidak selalu sampai dengan cepat, sementara kerusakan jalan dan penyumbatan drainase terus bertambah dan berdampak langsung pada aktivitas masyarakat.
Dengan pola jemput bola, jajaran dinas secara aktif mendatangi wilayah-wilayah, mengidentifikasi titik kerusakan, dan menyusun prioritas penanganan berdasarkan data lapangan yang akurat. Pendekatan ini diyakini mampu memangkas waktu respons sekaligus meningkatkan ketepatan sasaran pembangunan dan perbaikan.
| Aspek | Pola Lama | Pola Baru (Misi Energik) |
|---|---|---|
| Sumber informasi | Menunggu laporan masyarakat | Pemetaan aktif ke wilayah |
| Respons | Reaktif, kerap terlambat | Proaktif dan terjadwal |
| Koordinasi | Terbatas di tingkat dinas | Terintegrasi dengan kecamatan |
| Penetapan prioritas | Berdasarkan laporan masuk | Berdasarkan data lapangan |
Menyasar Jalan Rusak dan Drainase Tersumbat
Dua persoalan klasik Kota Medan menjadi fokus utama pemetaan: kerusakan jalan dan drainase. Jalan berlubang tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengendara. Sementara drainase yang tersumbat menjadi biang genangan air saat hujan deras mengguyur kota.
Melalui Misi Energik, setiap temuan di lapangan dicatat dan diklasifikasikan. Kerusakan yang bersifat darurat diprioritaskan untuk ditangani lebih dulu, sedangkan persoalan yang membutuhkan anggaran besar dimasukkan dalam perencanaan bertahap. Pendekatan berbasis data inilah yang diharapkan mengakhiri kesan penanganan infrastruktur yang tambal sulam.
Sinergi dengan Kecamatan Jadi Kunci
Koordinasi dengan pemerintah kecamatan menjadi elemen penting dalam program ini. Camat dan jajarannya dinilai paling memahami kondisi wilayah masing-masing, sehingga informasi dari tingkat kecamatan memperkaya data pemetaan yang dilakukan dinas.
Sinergi tersebut juga mempercepat proses verifikasi di lapangan. Ketika dinas, UPT wilayah, dan kecamatan bergerak dalam satu irama, persoalan infrastruktur dapat ditangani lebih cepat dan tepat sasaran.
Masyarakat Kota Medan kini berharap Misi Energik SDABMBK bukan sekadar program sesaat, melainkan menjadi budaya kerja baru yang berkesinambungan. Dengan pola jemput bola yang konsisten, persoalan jalan rusak dan drainase bermasalah diharapkan bisa ditekan secara signifikan, demi mewujudkan Kota Medan yang lebih tertata, aman, dan nyaman bagi seluruh warganya.
[SOCIAL_TWEET]: Tak lagi menunggu laporan! Dinas SDABMBK Medan jemput bola petakan jalan rusak dan drainase lewat program "Misi Energik". #Medan #Infrastruktur[SOCIAL_TG]: 🚧 Misi Energik SDABMBK Medan dimulai! Dinas turun langsung ke wilayah memetakan jalan rusak dan drainase tersumbat. Tak lagi pasif menunggu laporan warga.
Comments (0)