Dentuman Meteor Gegerkan Langit Jawa, Warga Rekam Detik-Detik Jatuh

BARU SAJA – Langit di sejumlah wilayah Pulau Jawa mendadak diramaikan oleh dentuman keras yang disertai kilatan cahaya terang pada Rabu (16/4) malam. Fenomena yang langsung viral di media sosial itu...

Jul 13, 2026 - 18:17
0 0
Dentuman Meteor Gegerkan Langit Jawa, Warga Rekam Detik-Detik Jatuh

BARU SAJA – Langit di sejumlah wilayah Pulau Jawa mendadak diramaikan oleh dentuman keras yang disertai kilatan cahaya terang pada Rabu (16/4) malam. Fenomena yang langsung viral di media sosial itu diduga kuat berasal dari meteor besar yang terbakar di atmosfer.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan laporan saksi mata, peristiwa terjadi sekitar pukul 20.45 WIB. Sebuah bola api raksasa melesat dari arah barat daya menuju timur laut dan terlihat jelas dari Jakarta, Bandung, hingga Semarang. Dentuman terdengar beberapa detik setelah kilatan cahaya menghilang, mengguncang kaca jendela rumah warga di kawasan Puncak, Bogor, dan sekitarnya.

“Saya kira petir, tapi langit cerah. Tiba-tiba ada cahaya hijau terang sekali, lalu bunyi menggelegar,” ujar seorang warga Cianjur yang videonya beredar luas di Twitter. Banyak warganet membagikan rekaman detik-detik lintasan cahaya itu dengan tagar #MeteorJawa.

Konfirmasi Resmi

Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa alat pencatat tekanan udara di Stasiun Geofisika Bandung mendeteksi anomali gelombang kejut sekunder pada pukul 20.47 WIB. Pola ini konsisten dengan ledakan meteoroid di ketinggian antara 30 hingga 50 kilometer.

“Kami menerima banyak laporan visual maupun getaran dari masyarakat. Berdasarkan karakteristik kejadian, benda langit tersebut diperkirakan berdiameter sekitar 1–2 meter dan terdisintegrasi tanpa menyisakan fragmen besar yang mencapai permukaan,” jelas juru bicara BMKG dalam konferensi pers virtual dini hari tadi.

Fakta Cepat

  • Waktu: 20.45 WIB, Rabu 16 April 2025
  • Wilayah terdampak: Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jakarta, DIY, Jawa Tengah bagian barat
  • Jenis fenomena: Bolide (meteor terang yang meledak di atmosfer)
  • Dampak: Tidak ada korban jiwa atau kerusakan struktur, hanya dentuman meluas
  • Status: Tidak terkait aktivitas vulkanik atau militer

Penjelasan Ilmiah

Peneliti astronomi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menambahkan bahwa meteoroid memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan sangat tinggi—sekitar 60 kilometer per detik. Gesekan dahsyat memanaskan udara di depannya, menciptakan pijaran plasma yang terlihat sebagai bola api hijau kebiruan.

Warna hijau menandakan kandungan magnesium dan nikel dalam batuan antariksa itu. Ledakan terjadi karena tekanan eksternal melebihi kekuatan struktural batuan, memicu fragmentasi mendadak yang menghasilkan gelombang kejut. “Ini bukan kejadian langka, tetapi ukurannya cukup besar untuk menghasilkan suara yang didengar banyak orang,” kata peneliti senior LAPAN.

Respon dan Imbauan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di beberapa kabupaten mengimbau warga tetap tenang. Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat mengonfirmasi bahwa tim reaksi cepat sudah diterjunkan untuk menyisir daerah yang paling mungkin menjadi lokasi jatuhnya serpihan kecil, terutama di seputar Kabupaten Sukabumi dan Cianjur selatan. Hingga berita ini diturunkan, belum ditemukan pecahan meteorit yang terkonfirmasi.

Pihak kepolisian dan TNI AU memastikan bahwa tidak ada latihan militer atau uji coba rudal yang dijadwalkan tadi malam. Kemunculan lintasan cahaya itu murni fenomena alam. Masyarakat diimbau tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan mengandalkan sumber resmi.

UPDATE – Hingga Jumat (17/4) pukul 06.00 WIB, lebih dari 12.000 unggahan di berbagai platform membahas dentuman ini. Beberapa pengguna media sosial bahkan mengunggah foto langit malam yang menunjukkan jejak asap bercahaya yang bertahan selama hampir 20 menit.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User