PT DMGP Rampungkan Infrastruktur Kampung Ciguntur, Gotong Royong Jadi Kunci

CIGUNTUR, DETIK INI JUGA – Deru alat berat dan semangat warga akhirnya membuahkan hasil. PT Daya Mas Geopatra Pangrango (DMGP) baru saja menuntaskan pembangunan infrastruktur dasar di Kampung Cigunt...

Jul 13, 2026 - 18:13
0 0

CIGUNTUR, DETIK INI JUGA – Deru alat berat dan semangat warga akhirnya membuahkan hasil. PT Daya Mas Geopatra Pangrango (DMGP) baru saja menuntaskan pembangunan infrastruktur dasar di Kampung Ciguntur, sebuah pemukiman yang selama bertahun-tahun terkendala akses jalan dan sanitasi. Seluruh pekerjaan diselesaikan dengan skema padat karya yang melibatkan langsung kekuatan komunal penduduk setempat.

Apa yang Dibangun

Proyek ini mencakup perkerasan jalan lingkungan sepanjang 850 meter dengan lebar tiga meter, pembangunan dua unit jembatan kecil penyeberangan sungai, serta saluran drainase di lima titik rawan genangan. Material seperti batu split, pasir, semen, dan besi tulangan disediakan penuh oleh perusahaan. Sementara tenaga kerja – mulai dari penggalian hingga pengecoran – dikerjakan secara bergilir oleh 42 kepala keluarga Kampung Ciguntur. Tidak ada kontraktor besar yang masuk; semuanya dikelola melalui kelompok swadaya masyarakat (KSM) yang dibentuk khusus untuk proyek ini.

Kronologi Pelaksanaan

Pekerjaan dimulai awal Mei 2025 setelah survei teknis bersama antara staf engineering PT DMGP dan tokoh masyarakat. Selama tiga pekan, laki-laki dewasa di kampung mengambil giliran menjadi tukang, sementara ibu-ibu menyiapkan konsumsi di posko darurat. Puncak pengecoran jalan utama terjadi pada 28 Mei, dihadiri langsung oleh manajer CSR perusahaan, Rengga Aditya. "Kami hanya menyediakan cetak biru dan logistik. Eksekusinya murni kekuatan warga. Ini model gotong royong yang seharusnya direplikasi," ujar Rengga di sela peninjauan.

Dampak Nyata bagi Warga

Kampung Ciguntur sebelumnya hanya bisa diakses lewat jalan tanah selebar satu meter yang becek saat hujan. Sepeda motor pun kerap tak bisa melintas, memaksa petani mengangkut hasil panen dengan dipikul. Kini, truk kecil dapat masuk hingga ke tengah pemukiman. Berikut fakta kunci yang langsung dirasakan warga:

  • Biaya angkut hasil tani turun 60 persen – sayuran dan palawija tak lagi rusak di perjalanan.
  • Akses ambulans terbuka – sebelumnya pasien darurat harus ditandu sejauh dua kilometer ke jalan utama desa.
  • Anak sekolah tak lagi bolos saat musim hujan – sepatu mereka tetap kering hingga tiba di kelas.
  • Saluran drainase mengeringkan sawah yang kerap kebanjiran, luasan tanam bertambah 1,2 hektare.

Suara dari Kampung

Ketua KSM, Ujang Saefudin (49), tak kuasa menahan syukur. "Dulu kami malu menyebut alamat sendiri. Sekarang, anak muda berani bawa calon istri ke sini karena jalannya sudah mulus," katanya sambil tergelak. Tokoh perempuan setempat, Neneng, menambahkan bahwa jembatan baru menyelamatkan lansia yang kerap terpeleset saat menyeberangi sungai. "Nenek saya dulu jatuh, tulang panggulnya retak. Sekarang dia bisa ke masjid sendiri naik kursi roda," ujarnya.

Keberlanjutan dan Pemeliharaan

PT DMGP tidak sekadar membangun lalu pergi. Dalam nota kesepahaman yang ditandatangani dengan pemerintah desa, perusahaan akan melakukan pemantauan teknis selama enam bulan ke depan. Tim engineer akan turun setiap dua pekan untuk memeriksa struktur jembatan dan sedimentasi drainase. Selain itu, seluruh warga sepakat membentuk iuran gotong royong bulanan sebesar Rp 15.000 per keluarga untuk biaya perawatan ringan. "Ini aset kami bersama. Kalau rusak, kami sendiri yang rugi," tegas Kepala Dusun Ciguntur, Asep Hidayat, saat memimpin musyawarah pembentukan dana abadi.

Pembangunan infrastruktur ala gotong royong di Ciguntur ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara korporasi dan komunitas bisa menghasilkan solusi yang cepat, murah, dan tepat sasaran – sekaligus merajut kembali benang-benang solidaritas yang sempat mengendur.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User