Harga Plastik di Istana Melonjak, Mensesneg Buka Suara

BREAKING — Harga kantong plastik di Kompleks Istana Negara resmi meroket. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi kebijakan itu baru saja diterapkan, Rabu (8/4/2026).Kenaikan drastis i...

Jul 13, 2026 - 18:17
0 0
Harga Plastik di Istana Melonjak, Mensesneg Buka Suara

BREAKING — Harga kantong plastik di Kompleks Istana Negara resmi meroket. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi kebijakan itu baru saja diterapkan, Rabu (8/4/2026).

Kenaikan drastis ini bukan insiden pasar, melainkan skema pengendalian sampah plastik dari pusat pemerintahan. Mensesneg menyebut langkah itu sebagai sinyal darurat bagi seluruh kementerian.

Pemicu Kenaikan

Prasetyo Hadi merinci, tarif baru ini dipicu oleh lonjakan volume sampah plastik di area Istana. Data internal menunjukkan peningkatan 40 persen dalam tiga bulan terakhir.

  • Harga per kantong naik dari Rp200 menjadi Rp2.000.
  • Berlaku untuk seluruh tenant, kantin, dan ritel di ring 1 Istana.
  • Dana hasil penjualan dialokasikan ke program daur ulang nasional.

"Ini bukan soal uang, tapi soal malu," tegasnya di Jakarta. "Istana harus jadi contoh. Kalau kita sendiri tidak mampu menekan plastik sekali pakai, bagaimana minta rakyat bergerak?"

Respons Internal

Langkah ini memicu reaksi beragam di kalangan staf kepresidenan. Seorang pegawai yang enggan disebut namanya mengaku kaget dengan lonjakan harga.

"Biasanya beli air mineral dikasih kantong gratis, sekarang dihitung per biji. Saya mulai bawa tas sendiri," ujarnya.

Prasetyo menambahkan, tidak ada pengecualian. Bahkan tamu kenegaraan akan disodori alternatif tas kain jika tidak membawa sendiri.

Eskalasi ke Nasional?

Meski baru diterapkan di kompleks Istana, sinyal ini diduga kuat akan merembet ke kebijakan nasional. Mensesneg mengisyaratkan Kementerian Lingkungan Hidup sedang mengkaji perluasan aturan serupa ke mal dan pasar tradisional.

  • Kajian ditargetkan rampung Juni 2026.
  • Potensi penerapan tarif plastik di seluruh Indonesia.
  • Pengusaha ritel diminta bersiap.

"Ini hanya permulaan. Lingkungan sudah darurat," tutup Prasetyo. (Red)

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tasya-kamila

Social Media Editor. Mengelola distribusi breaking news lintas platform.

Comments (0)

User