BREAKING: SDN Srengseng Sawah 15 Disisir Polisi Usai Teror Bom
JAKARTA SELATAN, DETIK INI JUGA — Aparat Kepolisian Resor Jakarta Selatan langsung menurunkan tim Gegana untuk menyapu bersih seluruh sudut SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Kamis pagi. Langkah ker...
JAKARTA SELATAN, DETIK INI JUGA — Aparat Kepolisian Resor Jakarta Selatan langsung menurunkan tim Gegana untuk menyapu bersih seluruh sudut SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Kamis pagi. Langkah keras ini diambil beberapa menit setelah sekolah menerima ancaman bom yang meresahkan warga sekitar.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, teror tersebut masuk melalui sambungan telepon ke ruang tata usaha sekolah sekitar pukul 09.15 WIB. Suara pelaku yang terdengar datar namun tegas menyatakan sebuah benda berbahaya telah diletakkan di area sekolah. Tanpa menunggu lama, Kepala Sekolah langsung menghubungi Pos Polisi Jagakarsa untuk meminta penanganan darurat.
Respons Kilat Penegak Hukum
Kurang dari 30 menit setelah laporan diterima, tim gabungan dari Sat Brimob, unit K-9, dan perangkat deteksi canggih telah berada di lokasi. Puluhan personel yang mengenakan perlengkapan anti-ledak segera membentuk perimeter ketat. Proses evakuasi total pun dijalankan dengan prioritas utama keselamatan nyawa.
- Sekolah menerima telepon ancaman pada pukul 09.15 WIB.
- Laporan diterima Polsek Jagakarsa pada menit ke-dua belas pasca-teror.
- Tim Gegana dan anjing pelacak bahan peledak tiba di tempat kejadian pukul 09.47 WIB.
- Sebanyak 312 siswa, 22 guru, dan staf tata usaha dievakuasi ke lapangan terbuka di Rukun Tetangga sebelah.
- Ratusan wali murid yang panik langsung berdatangan begitu kabar tersebar.
Pernyataan Resmi dan Kendali Keamanan
Kapolsek Jagakarsa, AKP Darto Wijaya, kepada awak media di lokasi menyatakan bahwa pihaknya tidak menoleransi bentuk teror apa pun terhadap institusi pendidikan. “Kami kerahkan seluruh kemampuan teknis. Setiap lorong, kolong meja, hingga atap gedung kami sisir dengan alat pendeteksi paling sensitif. Sampai detik ini, situasi masih dalam status siaga tertinggi,” tegasnya dengan nada keras.
Sementara itu, Kepala SDN Srengseng Sawah 15, Ibu Lestari, tampak berusaha menenangkan para siswa yang masih terlihat ketakutan. “Kami sangat berterima kasih atas gerak cepat kepolisian. Prioritas kami adalah memastikan anak-anak dalam kondisi aman dan orang tua mendapat informasi yang jernih, bukan rumor,” ucapnya dengan suara sedikit bergetar.
Area sekolah yang berlokasi di permukiman padat itu kini dikepung garis polisi. Kendaraan taktis dan ambulans disiagakan di pintu gerbang sebagai tindakan pencegahan maksimal. Petugas melarang keras siapa pun, termasuk media, melintasi radius 50 meter dari gedung utama sebelum penyisiran tuntas.
Update Terkini: Penyisiran Masih Berjalan
Hingga berita ini dikirim pukul 11.00 WIB, tim Gegana masih melakukan penelusuran mikro di tiga lantai bangunan. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Setiawan, mengonfirmasi bahwa prosedur standar penanganan ancaman bom diterapkan sepenuhnya. “Kami belum bisa menyatakan aman sampai Tim Penjinak Bom memberi pernyataan resmi. Mohon warga bersabar dan tidak menyebarkan spekulasi liar,” katanya melalui pesan singkat.
Satu regu petugas sedang fokus memeriksa ruang perpustakaan dan gudang perlengkapan olahraga, area yang dianggap paling rawan untuk penyembunyian benda asing. Sembari menunggu hasil akhir, seluruh siswa yang dievakuasi diberikan pendampingan psikologis dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak.
Perkembangan terbaru akan segera disampaikan begitu tim lapangan memberikan laporan lengkap. Warga diimbau untuk menghindari jalur Jalan Srengseng Sawah Raya dan sekitarnya guna memperlancar mobilisasi petugas. Kecepatan, akurasi, dan keselamatan publik adalah DNA penanganan yang harus terus dijaga.
Baca juga:
Comments (0)