Denmark Mulai Kerahkan Wajib Militer ke Greenland yang Diincar Trump
Pemerintah Denmark resmi mengumumkan akan mulai mengerahkan para wajib militer ke Greenland, wilayah otonomi strategis di Arktik yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi sasaran ambisi Presiden Ame
Pemerintah Denmark resmi mengumumkan akan mulai mengerahkan para wajib militer ke Greenland, wilayah otonomi strategis di Arktik yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi sasaran ambisi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Keputusan ini menandai eskalasi baru dalam upaya Kopenhagen mempertahankan kedaulatan di pulau terbesar dunia tersebut di tengah tekanan geopolitik yang kian memanas.
Menteri Pertahanan Denmark Jeppe Bruus dalam jawaban tertulis kepada parlemen pada Rabu (24/6/2026) menegaskan, pengerahan itu bukan sekadar penempatan untuk latihan dasar. Ia memastikan para wajib militer akan diintegrasikan sepenuhnya ke dalam struktur operasional militer profesional di Greenland.
"Wajib militer akan dikerahkan bersama tentara profesional dan akan berpartisipasi penuh dalam semua misi," ujar Bruus seperti dilaporkan media.
Langkah ini diambil setelah stasiun televisi Denmark, TV2, menyampaikan laporan bahwa komando militer sudah mengkaji rencana penempatan wajib militer secara lebih permanen di pulau tersebut. Laporan itu menyebutkan bahwa peningkatan kehadiran militer merupakan respons langsung terhadap tekanan diplomatik dan retorika agresif dari Washington.
Presiden Trump dalam beberapa kesempatan secara terbuka menyatakan keinginan Amerika Serikat untuk menguasai Greenland, bahkan tidak menutup opsi di luar jalur diplomasi. Kekayaan sumber daya alam yang belum tergali, mulai dari mineral langka hingga minyak dan gas, ditambah posisi geografisnya yang vital di tengah perubahan iklim dan terbukanya jalur pelayaran Arktik, membuat Greenland kian diburu. Pernyataan Trump itu menimbulkan kegelisahan di Kopenhagen, sekaligus memaksa Denmark untuk segera memperkuat postur pertahanannya di wilayah tersebut.
Greenland, yang berpenduduk sekitar 57.000 jiwa, memiliki pemerintahan sendiri dalam urusan domestik, namun urusan pertahanan dan kebijakan luar negeri tetap di bawah kendali Denmark. Pemerintah Denmark menilai penguatan militer di sana merupakan langkah esensial untuk menegaskan kedaulatan dan memberikan sinyal kuat bahwa ambisi sepihak negara adidaya tidak akan dibiarkan begitu saja.
Kehadiran wajib militer yang akan bergabung dengan tentara reguler diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah personel, tetapi juga memperdalam integrasi masyarakat lokal dengan struktur pertahanan nasional. Selain itu, Denmark juga telah meningkatkan investasi pada infrastruktur militer, pengawasan udara, dan patroli laut di sekitar Greenland dalam beberapa bulan terakhir.
Meskipun Denmark dan AS sama-sama anggota NATO, sikap agresif Trump telah menciptakan ketegangan yang tidak lazim di antara sesama sekutu. Uni Eropa secara diam-diam menyuarakan dukungan terhadap sikap tegas Denmark, khawatir preseden buruk akan tercipta jika klaim sepihak terhadap wilayah kedaulatan negara anggota dibiarkan tanpa konsekuensi. Hingga pemberitaan ini diturunkan, Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi. Lingkaran pemantau di Beritatercepat.com menyebut dinamika ini akan terus menjadi perhatian utama dalam beberapa pekan ke depan.
Comments (0)