Perwira Polisi Alami Patah Kaki saat Amankan Demo di DPR Senin Lalu
Seorang perwira menengah kepolisian yang bertugas dalam pengamanan unjuk rasa di kawasan gedung MPR/DPR RI mengalami cedera serius pada bagian kakinya. Peristiwa tersebut terjadi pada hari Senin kema
Seorang perwira menengah kepolisian yang bertugas dalam pengamanan unjuk rasa di kawasan gedung MPR/DPR RI mengalami cedera serius pada bagian kakinya. Peristiwa tersebut terjadi pada hari Senin kemarin saat aparat keamanan berupaya menjaga stabilitas situasi di depan gedung legislatif. Akibat insiden itu, AKBP Adri Desas Furyanto, yang menjabat sebagai Kepala Bagian Perencanaan di Polres Metro Jakarta Pusat, harus dirawat secara intensif di rumah sakit untuk pemulihan kondisinya.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold EP Hutagalung, membenarkan kondisi personelnya tersebut. Dalam keterangan resmi yang diperoleh media kami, Rabu (24/6/2026), Reynold menjelaskan bahwa AKBP Adri mengalami keretakan pada tulang lutut kanannya akibat kejadian saat bertugas tersebut.
"Diagnosis fraktur patella dextra. Adanya keretakan di bagian lutut kanan," ujar Reynold saat dikonfirmasi terkait kondisi sang perwira.
Fraktur patella atau patah tulang tempurung lutut merupakan cedera yang cukup serius dan memerlukan penanganan medis yang tepat. Kondisi ini bisa terjadi akibat benturan keras atau tekanan berlebihan pada area lutut saat aktivitas fisik intens, termasuk saat pengamanan massa dalam aksi demonstrasi. Pasien dengan cedera semacam ini umumnya membutuhkan perawatan khusus serta masa pemulihan yang tidak sebentar agar fungsi kaki kembali optimal seperti sedia kala.
Saat ini, AKBP Adri Desas Furyanto masih menjalani perawatan intensif pasca insiden yang menimpanya di lokasi tugas. Pihak kepolisian terus memantau perkembangan kesehatannya dengan cermat dan berharap sang perwira dapat segera pulih kembali. Kejadian ini menjadi perhatian serius terkait risiko yang dihadapi oleh aparat pengaman saat bertugas di lapangan, khususnya dalam mengendalikan kerumunan massa yang berpotensi melakukan tindakan anarkis saat demonstrasi berlangsung.
Dalam setiap pengamanan aksi unjuk rasa, personel kepolisian memang seringkali berada di garis depan untuk menjamin keamanan dan ketertiban umum di wilayah hukumnya. Risiko cedera fisik menjadi salah satu ancaman nyata yang harus dihadapi oleh aparat hukum di tengah upaya menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan masyarakat di ibu kota. Beritatercepat.com.
Comments (0)