JAKARTA — Anggota Dewan Pembina PP Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) Herry

Pernyataan itu disampaikan dalam pandangannya bertajuk “Indonesia Emas 2045: Saatnya Optimisme Dibuktikan dengan Kerja Nyata” di Jakarta, Selasa (7/7/2026)

Jul 09, 2026 - 13:47
0 0

Pernyataan itu disampaikan dalam pandangannya bertajuk “Indonesia Emas 2045: Saatnya Optimisme Dibuktikan dengan Kerja Nyata” di Jakarta, Selasa (7/7/2026). Herry menyebut Indonesia kini berdiri di persimpangan sejarah yang menentukan.

“Tidak ada bangsa yang menjadi maju hanya karena memiliki kekayaan alam. Bangsa besar lahir dari kepemimpinan yang berani mengambil keputusan, pemerintahan yang bersih, serta kemampuan membangun kepercayaan rakyat. Indonesia kini berada pada momentum sejarah tersebut.”

Soroti Fondasi Ekonomi dan Tata Kelola

Herry, yang pernah menjabat Deputi Politik dan Strategi Wantannas RI, mengingatkan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memulai langkahnya di tengah badai global: perlambatan ekonomi dunia, rivalitas geopolitik, disrupsi teknologi, serta ancaman krisis pangan dan energi. Situasi itu, katanya, memaksa Indonesia segera memperkuat fondasi ekonomi dan tata kelola pemerintahan yang efektif.

Ia menilai sejumlah program strategis nasional sudah bergerak ke arah yang tepat. Berikut poin-poin kunci yang disorotinya:

  • Makan Bergizi Gratis (MBG) – Program yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat dan mulai mendapat legitimasi publik.
  • Hilirisasi industri – Memperkuat nilai tambah sumber daya alam dalam negeri.
  • Ketahanan pangan dan energi – Mengurangi ketergantungan pada rantai pasok global yang rapuh.
  • Pembangunan SDM – Investasi jangka panjang untuk menyongsong bonus demografi.
  • Percepatan investasi – Menciptakan lapangan kerja dan transfer teknologi.

Data Survei: Publik Mulai Merasakan Manfaat

Herry menekankan bahwa kepercayaan publik hanya akan tumbuh ketika kebijakan mampu menjawab kebutuhan riil. Ia mengutip hasil survei Indikator Politik Indonesia awal 2026 yang menunjukkan 72,8 persen responden puas terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Bahkan, 60 persen responden mendukung keberlanjutan program tersebut.

“Kepercayaan publik akan tumbuh ketika kebijakan mampu menjawab kebutuhan riil rakyat.”

Dengan data itu, Herry optimistis fondasi menuju Indonesia Emas 2045 bisa diperkuat, asalkan seluruh pemangku kepentingan konsisten menerjemahkan optimisme menjadi aksi konkret dan tata kelola yang bebas dari korupsi.

Pesan utama yang ditekankannya: tak ada lagi ruang untuk sekadar retorika. Kerja nyata hari ini adalah penentu apakah Indonesia benar-benar menjadi negara maju pada 2045 atau hanya tinggal wacana.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User