Danantara Kebut 26 Proyek Hilirisasi, Serap 38 Ribu Tenaga Kerja

JAKARTA — Lembaga pengelola investasi Danantara bergerak agresif mengakselerasi 26 proyek hilirisasi strategis dengan total komitmen investasi menembus Rp225 triliun. Langkah ini juga diproyeksikan ...

Jul 13, 2026 - 21:15
0 0

JAKARTA — Lembaga pengelola investasi Danantara bergerak agresif mengakselerasi 26 proyek hilirisasi strategis dengan total komitmen investasi menembus Rp225 triliun. Langkah ini juga diproyeksikan membuka hampir 38.000 lapangan kerja baru di berbagai sektor.

Proyek-proyek tersebut menjadi tulang punggung transformasi ekonomi dari ekspor bahan mentah ke industri pengolahan dalam negeri. Hilirisasi diyakini mampu mengerek nilai tambah komoditas unggulan nasional secara signifikan.

Pecah Rekor Investasi

Keputusan Danantara mempercepat 26 proyek sekaligus menjadi sinyal kuat keseriusan pemerintah menyulap kekayaan alam Indonesia menjadi produk bernilai tinggi. Dengan nilai investasi Rp225 triliun, ini menjadi salah satu paket hilirisasi terbesar yang pernah dijalankan lembaga investasi tersebut.

Rata-rata nilai per proyek mencapai lebih dari Rp8,6 triliun, mencerminkan skala masif dan tingkat kompleksitas tinggi. "Kami tidak hanya mengundang investor, tapi memastikan seluruh rantai pasok terbangun dari hulu ke hilir," demikian pernyataan resmi Danantara yang dikutip media ini.

Puluhan Ribu Tenaga Kerja Disiapkan

Serapan tenaga kerja menjadi salah satu metrik utama keberhasilan. Dari 26 proyek, hampir 38.000 posisi akan tercipta — mulai dari tahap konstruksi, operasional, hingga pengelolaan pabrik pengolahan. Angka ini setara dengan membangun satu kawasan industri mandiri berskala menengah.

Berikut poin kunci dari inisiatif ini:

  • Total investasi: Rp225 triliun, terbesar yang pernah digulirkan Danantara untuk hilirisasi sekaligus.
  • Jumlah proyek: 26 proyek strategis, mayoritas di sektor mineral, batu bara, dan perkebunan.
  • Target tenaga kerja: Hampir 38.000 orang, prioritas untuk warga lokal di sekitar wilayah proyek.
  • Fase proyek: Sebagian dalam tahap finalisasi desain, sebagian lagi sudah memasuki konstruksi awal.

Dorong Kemandirian Industri

Dengan mengolah bahan mentah sendiri, Indonesia berpotensi memangkas ketergantungan impor produk jadi. Contohnya, nikel yang diolah menjadi baterai kendaraan listrik, atau bauksit menjadi aluminium siap pakai. Ini sejalan dengan peta jalan Making Indonesia 4.0 yang digaungkan pemerintah.

Danantara menekankan, seluruh proyek wajib memenuhi standar lingkungan dan sosial yang ketat. Setiap investasi harus menyertakan analisis dampak dan program pemberdayaan masyarakat sekitar. Hal ini untuk memastikan hilirisasi berjalan inklusif dan berkelanjutan.

Pengamat ekonomi melihat langkah ini sebagai game changer. "Jika 26 proyek ini berjalan sesuai jadwal, struktur ekspor Indonesia akan bergeser drastis dari barang mentah ke produk olahan dalam lima tahun ke depan," ulas seorang analis independen.

Kendati demikian, tantangan infrastruktur dan ketersediaan energi masih menjadi pekerjaan rumah. Danantara mengklaim telah menggandeng mitra global untuk menutup celah tersebut melalui skema pendanaan kreatif, termasuk obligasi hijau dan pinjaman bilateral.

Perkembangan selanjutnya akan diumumkan secara berkala. Publik dan investor diimbau memantau kanal resmi Danantara untuk memperoleh data akurat. [ ]

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User