Danantara Jadi Mitra Strategis Incaran Investor Asing di Era Prabowo
BREAKING NEWS — Minat investor asing meledak terhadap proyek strategis nasional di era Presiden Prabowo Subianto. CEO BPI Danantara, Rosan P. Roeslani, mengonfirmasi lembaganya kini menjadi partner ...
BREAKING NEWS — Minat investor asing meledak terhadap proyek strategis nasional di era Presiden Prabowo Subianto. CEO BPI Danantara, Rosan P. Roeslani, mengonfirmasi lembaganya kini menjadi partner paling dicari di kancah global.
Dalam keterangan terbaru yang dirilis Selasa siang (3/6), Rosan menegaskan bahwa Danantara telah bertransformasi menjadi simpul investasi strategis. “Kami melihat lonjakan animo internasional yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujarnya. Pernyataan ini menandai babak baru bagi sovereign wealth fund Indonesia.
Prabowo Pacu Kepercayaan Pasar
Kepemimpinan Presiden Prabowo dinilai menjadi katalis utama. Kepastian regulasi dan percepatan proyek infrastruktur membuat Indonesia tampil kompetitif. Investor dari Amerika Serikat, Timur Tengah, dan Eropa berlomba menanamkan modal.
Fakta Cepat:
- Danantara mencatat peningkatan inquiry dari investor asing hingga 200 persen dibanding tahun lalu.
- Fokus proyek meliputi energi terbarukan, hilirisasi mineral, dan konektivitas digital.
- Rosan menyebut setidaknya 12 letter of intent telah masuk dalam triwulan ini.
- Pemerintah menerbitkan peraturan khusus untuk mempercepat kemitraan strategis.
Proyek Primadona
Di antara proyek yang menyedot perhatian adalah pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik di Kalimantan Utara serta jaringan serat optik Palapa Ring integrasi timur. Danantara berperan sebagai co-investor sekaligus pusat agregasi modal.
“Kami tidak sekadar mencari dana. Kami membangun kemitraan jangka panjang yang membawa teknologi dan akses pasar,” tegas Rosan. Pihaknya memberlakukan proses due diligence super ketat untuk memastikan hanya mitra strategis yang lolos.
Analis pasar menyebut fenomena ini sebagai dampak langsung dari diplomasi ekonomi Prabowo. Kunjungan kenegaraan ke Abu Dhabi dan Beijing awal tahun lalu membuka banyak pintu.
Keamanan Investasi Nasional
Di tengah banjir minat, Danantara menekankan pengamanan aset nasional. Setiap perjanjian wajib mengedepankan kedaulatan ekonomi. Rosan memastikan tidak ada pengambilalihan kendali oleh pihak asing.
Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya mendukung penuh arah baru Danantara. Sinkronisasi antar kementerian kini berlangsung lebih cair. “Ini momentum kebangkitan,” kata sumber di Kementerian Investasi.
Pasar modal merespon positif. Indeks Harga Saham Gabungan menguat 1,8 persen setelah sinyalemen Rosan menyebar. Pelaku pasar yakin aliran dana asing akan terus deras hingga akhir 2026.
Saat ini, tim negosiasi Danantara sedang menjajaki kesepakatan dengan tiga konsorsium global. Pengumuman resmi dijadwalkan pada Forum Investasi Nasional pekan depan. Sorotan mata dunia tertuju pada manuver Presiden Prabowo yang kian percaya diri memikat investor.
Baca juga:
Comments (0)