Sep 19, 2026
Hukum

Buenos Aires Diproyeksikan Kehilangan 159 Ribu Penduduk pada 2035

BUENOS AIRES — Ibu kota Argentina, Buenos Aires, bersiap menghadapi ancaman resesi demografi yang signifikan dalam satu dekade ke depan. Berdasarkan data p

Buenos Aires Diproyeksikan Kehilangan 159 Ribu Penduduk pada 2035

BUENOS AIRES — Ibu kota Argentina, Buenos Aires, bersiap menghadapi ancaman resesi demografi yang signifikan dalam satu dekade ke depan. Berdasarkan data proyeksi terbaru yang dirilis oleh Institut Statistik dan Sensus Kota Otonom Buenos Aires (Idecba) bersama Institut Statistik dan Sensus Nasional (Indec), kota metropolitan tersebut diproyeksikan akan kehilangan lebih dari 159.000 penduduk hingga tahun 2035.

Laporan resmi periode 2022–2035 ini memperlihatkan fenomena stagnasi dan kontraksi populasi yang disertai percepatan proses penuaan penduduk (aging population). Pola ini kian menegaskan perubahan struktur sosial di salah satu kota terbesar di Amerika Selatan tersebut.

Proyeksi Kronologis: Penurunan Rata-Rata Tahunan

Dinamika demografi di Buenos Aires diproyeksikan mengalami penurunan konsisten setiap tahunnya akibat rendahnya angka fertilitas yang tidak mampu mengimbangi tingkat mortalitas dan migrasi keluar. Berikut rincian tren demografi berdasarkan estimasi resmi:

  1. Periode Tahunan (2022–2035): Buenos Aires diperkirakan kehilangan antara 10.000 hingga 15.000 penduduk per tahun secara bertahap.
  2. Fase Penurunan Fertilitas (2021–2030): Penurunan drastis angka kelahiran pada fase ini membentuk jurang generasi baru di tingkat sekolah dasar dan menengah.
  3. Puncak Pergeseran Piramida (2035): Struktur populasi kota diproyeksikan menyempit tajam di bagian dasar (anak-anak) dan melebar di bagian puncak (lansia).
"Struktur piramida penduduk kota kini semakin menyempit di bagian dasar dan melebar di bagian atas, mencerminkan fenomena umum kota-kota megapolitan dunia dengan tingkat fertilitas rendah," tulis laporan resmi Idecba.

Penyusutan Tajam Kelompok Usia Muda

Dampak paling mencolok dari krisis kelahiran ini terlihat langsung pada kelompok usia anak-anak dan remaja:

  • Kelompok Usia 5 hingga 14 Tahun: Mengalami kontraksi paling parah dalam proyeksi, yakni anjlok antara -40% hingga -47%. Hal ini merupakan dampak langsung dari rendahnya angka kelahiran sejak 2021.
  • Kelompok Usia Balita (0–4 Tahun): Diproyeksikan menyusut sekitar 19%, dari 148.829 anak pada tahun 2022 menjadi 119.919 anak pada 2035.
  • Kelompok Usia Produktif Muda (15–34 Tahun): Turut mengalami penurunan proporsi, meski penurunannya berada pada level moderat.

Lonjakan Populasi Lanjut Usia dan Tantangan Masa Depan

Sementara kelompok anak-anak merosot drastis, populasi lansia justru melesat tajam. Kelompok warga berusia 85 tahun ke atas tercatat melonjak sekitar 20%, dari 105.320 jiwa pada 2022 menjadi 126.349 jiwa pada tahun 2035 mendatang.

Selain itu, kelompok usia matang (40 hingga 64 tahun) diproyeksikan tumbuh antara 9% hingga 16%. Adapun kelompok usia 65 hingga 79 tahun cenderung stabil sebelum akselerasi penuaan kembali melonjak pada kelompok di atas 80 tahun. Kondisi ini menuntut pemerintah kota untuk segera merevisi kebijakan sistem layanan kesehatan, perumahan, dan jaminan sosial bagi lansia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User