Sep 19, 2026
Hukum

Pilar Sordo Ungkap Krisis Komunikasi Ancam Kesehatan Mental Masyarakat

Di tengah kepungan teknologi digital dan kecepatan informasi, hubungan antarmanusia kini menghadapi ancaman serius yang tersembunyi. Psikolog dan penulis t

Pilar Sordo Ungkap Krisis Komunikasi Ancam Kesehatan Mental Masyarakat

Di tengah kepungan teknologi digital dan kecepatan informasi, hubungan antarmanusia kini menghadapi ancaman serius yang tersembunyi. Psikolog dan penulis ternama asal Cile, Pilar Sordo, menyampaikan keprihatinannya terkait krisis komunikasi manusia modern dalam sebuah wawancara mendalam bersama José del Rio dari media LA NACION. Menurut Sordo, pola interaksi sosial dan dinamika bahasa yang digunakan sehari-hari telah mengalami degradasi drastis, yang pada akhirnya merusak stabilitas emosional dan kesehatan mental individu.

Kemunduran Kosakata dan Ilusi Emotikon

Sordo menyoroti fenomena di mana masyarakat modern cenderung menggunakan lebih sedikit kosakata saat berinteraksi. Pengikisan perbendaharaan kata ini secara langsung membatasi kemampuan seseorang untuk mengekspresikan dinamika emosi internal yang kompleks. Sebagai gantinya, masyarakat masa kini semakin bergantung pada penggunaan simbol visual singkat dan emotikon di platform digital.

Mengutip pandangan psikiater asal Spanyol, José Luis Marín, Sordo menegaskan bahwa manusia sejatinya bisa mengalami gangguan psikologis akibat kekurangan kata-kata. "Ketiadaan artikulasi verbal yang tepat membuat beban emosional terperangkap di dalam diri tanpa penyaluran yang sehat," jelas Sordo. Penggantian bahasa lisan dan tulisan yang mendalam dengan simbol-simbol serba cepat telah mengikis kedalaman ikatan emosional antarindividu.

Krisis Kesabaran dan Munculnya Monolog Intermiten

Masalah krisis komunikasi ini diperparah oleh penurunan tingkat kesabaran masyarakat secara dramatis saat berinteraksi. Menurut analisis Sordo, percakapan masa kini kerap gagal menciptakan ruang aman di mana kedua belah pihak merasa benar-benar didengar dan diperhatikan secara utuh.

“Kita telah mengikis kesabaran kita secara bertahap. Bukan hanya saya yang kesulitan mengungkapkan apa yang terjadi pada diri saya, tetapi Anda juga memiliki semakin sedikit kesabaran untuk mendengarkan saya,” ungkap Pilar Sordo.

Ia menambahkan bahwa sebuah dialog yang sejati harus memiliki keberanian untuk membuka diri dan bertransformasi melalui apa yang disampaikan lawan bicara. Tanpa adanya keterbukaan dan kesabaran untuk saling mendengarkan, komunikasi interpersonal hanya akan berubah menjadi sekadar "monolog intermiten"—dua orang yang berbicara secara bergantian tanpa pernah benar-benar saling memahami isi hati masing-masing.

Indikator Komunikasi Pola Komunikasi Tradisional Pola Komunikasi Digital Modern
Penggunaan Kosakata Kaya dan mampu mengartikulasikan emosi secara mendalam Minim, didominasi emotikon dan singkatan singkat
Tingkat Kesabaran Tinggi, fokus pada mendengarkan secara aktif dan empati Rendah, cenderung terburu-buru untuk merespons
Bentuk Interaksi Dialog transformatif dua arah yang saling mempengaruhi Monolog intermiten yang berjalan sendiri-sendiri
Dampak Psikologis Stabilitas emosional teruji dan ikatan batin kuat Krisis kesehatan mental dan rasa terasing dalam keramaian

Menghayati Kesadaran Kematian dan Keterbatasan Diri

Dalam refleksi filosofisnya, pakar kesehatan mental ini menggarisbawahi pentingnya kesadaran akan keterbatasan hidup (*finitud*). Sordo mengingatkan kembali fakta paling mendasar dalam eksistensi manusia yang sering kali dihindari atau ditutupi dalam percakapan modern.

Sordo menegaskan sebuah realitas mutlak: "Satu-satunya hal yang pasti sejak kita dilahirkan adalah bahwa kita semua akan mati." Menurutnya, menyadari kepastian kematian bukanlah bentuk pesimisme, melainkan sebuah dorongan moral untuk menghayati masa kini dengan penuh kesadaran (*habitar el presente*).

Ketika manusia mengabaikan kenyataan ini, proses duka (*duelo*) dan pengelolaan dialog internal menjadi terganggu. Dialog internal yang buruk membuat banyak orang terjebak dalam krisis eksistensial. Oleh karena itu, Sordo mengajak masyarakat untuk kembali melakukan hal-hal fundamental berikut:

  • Memperkaya perbendaharaan kata untuk mengungkapkan emosi dengan presisi.
  • Melatih kesabaran mendengarkan tanpa menginterupsi lawan bicara.
  • Menerima kefanaan hidup agar lebih menghargai setiap momen di masa kini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User