Sep 19, 2026
Hukum

Penembakan di Dekat Sekolah Morón, Warga Protes di Rumah Wali Kota

Pagi yang seharusnya diisi dengan hiruk-pikuk aktivitas persekolahan berubah menjadi momen yang amat mencekam di kawasan El Palomar, distrik Morón, Argenti

Penembakan di Dekat Sekolah Morón, Warga Protes di Rumah Wali Kota

Pagi yang seharusnya diisi dengan hiruk-pikuk aktivitas persekolahan berubah menjadi momen yang amat mencekam di kawasan El Palomar, distrik Morón, Argentina. Suara rentetan tembakan senjata api memecah ketenangan pagi di sekitar Sekolah Emaús, saat puluhan orang tua sedang mengantarkan anak-anak mereka. Insiden berdarah di lingkungan pendidikan ini memicu kepanikan massal dan melahirkan kemarahan publik yang berujung pada aksi unjuk rasa di depan kediaman pribadi Wali Kota Morón, Lucas Ghi.

Peristiwa menegangkan tersebut terjadi pada Kamis pagi sekitar pukul 07.15 waktu setempat. Berdasarkan keterangan saksi mata, penembakan berlangsung di Jalan Santiago Brian, tepatnya di antara persimpangan Dinamarca dan El Rodeo. Lokasi kejadian berjarak sangat dekat, yaitu hanya sekitar 100 meter dari pintu gerbang utama Sekolah Emaús. Kawanan perampok yang berjumlah tiga orang datang menggunakan mobil pikap Volkswagen Amarok dan langsung menodongkan senjata ke arah kerumunan orang tua murid yang tengah mendampingi putra-putri mereka.

Baku Tembak Menjelang Jam Masuk Sekolah

Situasi yang semula diwarnai intimidasi berubah menjadi pertempuran senjata api ketika salah seorang orang tua murid, Hernán Mariano Catarraso, memberanikan diri bertindak. Catarraso, yang merupakan seorang pensiunan perwira tinggi kepolisian berpangkat comisario mayor, langsung mengidentifikasi dirinya sebagai aparat keamanan demi melindungi anak-anak serta orang tua di sekitarnya.

Namun, langkah berani Catarraso justru direspons dengan tembakan brutal oleh para pelaku. Baku tembak jarak dekat pun terjadi di tengah jerit histeris para siswa yang berusaha menyelamatkan diri. Dalam kontak tembak tersebut, Catarraso menderita luka tembak parah di bagian abdomen. Para pelaku kemudian melarikan diri dari tempat kejadian perkara. Korban segera dilarikan ke fasilitas medis terdekat, dan pihak rumah sakit mengonfirmasi bahwa kondisi Catarraso saat ini sudah stabil dan di luar bahaya kematian.

"Kami hidup dalam ketakutan setiap hari. Anak-anak kami datang ke sekolah untuk menuntut ilmu, bukan untuk menjadi saksi pertumpahan darah atau menjadi korban peluru nyasar dari aksi kriminal yang tak terkendali," ungkap salah seorang warga yang ikut dalam aksi protes.

Gelombang Protes Mendatangi Rumah Wali Kota

Merespons aksi kejahatan yang kian berani tersebut, warga bersama para orang tua murid bergerak menggelar aksi unjuk rasa pada sore harinya. Para demonstran berjalan kaki menuju kediaman pribadi Wali Kota Morón, Lucas Ghi, yang berjarak sekitar 10 blok dari lokasi penembakan. Ironisnya, anak-anak dari Wali Kota Lucas Ghi sendiri diketahui juga mengenyam pendidikan di Sekolah Emaús tersebut.

Gelombang kecemasan ini bukan tanpa alasan. Wilayah suburban Buenos Aires (Conurbano) saat ini memang tengah dilanda maraknya aksi kejahatan jalanan yang berulang. Hanya beberapa jam sebelum insiden di Morón, warga di wilayah José C. Paz juga menggelar aksi demonstrasi menuntut keadilan atas tewasnya David Elías Ojeda Vázquez, seorang pemuda berusia 23 tahun yang meninggal dunia setelah ditembak oleh kawanan pencuri sepeda motor (*motochorros*).

Peta Kriminalitas dan Catatan Kejadian

Eskalasi kejahatan di kawasan pemukiman ini menunjukkan pola ancaman keamanan yang kian mengkhawatirkan masyarakat setempat. Berikut adalah ringkasan perbandingan insiden kejahatan terbaru di kawasan Conurbano:

Lokasi Kejadian Korban Utama Modus Kejahatan Kondisi Korban
El Palomar, Morón Hernán Mariano Catarraso Percobaan perampokan di area sekolah Selamat (Luka tembak perut)
José C. Paz David Elías Ojeda Vázquez (23) Pembegalan oleh *motochorros* Meninggal dunia

Aksi unjuk rasa di rumah pejabat daerah menjadi bentuk tekanan terbuka masyarakat agar pemerintah tidak menutup mata. Masyarakat Morón menegaskan bahwa jaminan keamanan di area publik, terutama lingkungan sekolah, merupakan hak mendasar yang harus segera dipenuhi. Warga mengancam akan kembali turun ke jalan jika pemerintah daerah tidak segera menempatkan personel keamanan bersenjata secara permanen untuk menjaga anak-anak mereka dari ancaman teror kriminalitas yang kian menggilas rasa aman.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User