BRI Tawarkan KPR Bunga 1,75 Persen, Wujudkan Rumah Impian
BREAKING — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk BARU SAJA meluncurkan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) revolusioner dengan suku bunga mulai 1,75 persen. Langkah ini dikonfirmasi langsung oleh ...
BREAKING — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk BARU SAJA meluncurkan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) revolusioner dengan suku bunga mulai 1,75 persen. Langkah ini dikonfirmasi langsung oleh Direktur Bisnis Konsumer BRI dalam konferensi pers virtual, Selasa pagi.
Skema Baru Tekan Beban Cicilan
Program bernama "KPR BRI Super Ringan" tersebut menawarkan bunga tetap 1,75 persen selama dua tahun pertama, disusul bunga floating kompetitif mulai tahun ketiga. Dengan skema ini, pasangan muda dan pekerja dengan penghasilan tetap bisa mendapatkan rumah idaman tanpa terbebani cicilan tinggi di awal masa kredit. BRI menegaskan, penawaran ini berlaku untuk pembelian rumah tapak, apartemen, hingga ruko, dengan plafon pinjaman hingga Rp5 miliar dan tenor fleksibel hingga 20 tahun.
"Ini adalah terobosan terendah sepanjang sejarah KPR BRI. Kami ingin memutus rantai keraguan masyarakat bahwa memiliki rumah itu sulit," ujar Direktur Bisnis Konsumer BRI dalam paparan yang dikutip Beritatercepat. Suku bunga spesial ini, lanjutnya, merupakan bagian dari dukungan perseroan terhadap program pemerintah dalam mendorong sektor properti dan meningkatkan rasio kepemilikan rumah nasional.
Keuntungan dan Syarat
Bukan hanya bunga rendah, BRI juga memberikan sejumlah insentif tambahan yang dilaporkan mulai berlaku hari ini:
- Bebas biaya provisi dan administrasi untuk pengajuan hingga 30 Juni 2026.
- Proses persetujuan dipercepat, hanya tiga hari kerja jika dokumen lengkap.
- Asuransi jiwa dan kebakaran gratis selama dua tahun pertama.
- Kemudahan pembayaran via BRImo, internet banking, atau outlet agen BRILink terdekat.
Syarat utamanya, calon debitur adalah Warga Negara Indonesia berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah, memiliki penghasilan tetap minimal Rp4 juta per bulan, dan tidak sedang dalam status kredit macet di sistem informasi debitur. Nasabah eksisting BRI yang telah memiliki rekening tabungan atau payroll otomatis mendapatkan prioritas percepatan verifikasi.
Evakuasi Finansial di Tengah Ketidakpastian
Peluncuran produk ini datang saat banyak keluarga muda dalam posisi siaga finansial menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok. Pengamat properti dari Universitas Indonesia, yang dimintai tanggapan terpisah, menyebut suku bunga 1,75 persen sebagai "game changer" yang mampu mengerek permintaan hingga 30 persen di segmen menengah bawah. "Ini momentum tepat bagi mereka yang menunda pembelian rumah karena suku bunga tinggi," katanya. Saksi mata di booth pameran properti akhir pekan lalu juga melaporkan lonjakan pengunjung yang menanyakan skema KPR bunga rendah ini, menandakan antusiasme tinggi di lapangan.
BRI menambahkan, pihaknya telah menyiapkan dana likuiditas lebih dari Rp30 triliun untuk mengakomodasi lonjakan pengajuan KPR hingga akhir tahun. "Kami siaga penuh. Tim pemasaran dan analis kredit sudah disebar ke 2.400 kantor cabang untuk layanan super cepat," kata pejabat tersebut. Call center 24 jam juga diaktifkan untuk menjawab pertanyaan masyarakat.
Cara Ajukan Secara Digital
Untuk mempercepat akses, BRI mengintegrasikan pengajuan KPR langsung melalui aplikasi BRImo. Calon debitur cukup mengunggah dokumen identitas, slip gaji, dan NPWP; sistem otomatis akan menghitung estimasi cicilan berdasarkan harga properti dan tenor yang dipilih. Nasabah bisa mengunggah dokumen pendukung seperti sertifikat rumah yang akan dibeli melalui fitur e-upload, sehingga seluruh proses bisa dilakukan tanpa perlu ke cabang. "Pengajuan digital ini memangkas waktu hingga 70 persen dibanding cara konvensional," klaim BRI.
Dengan langkah agresif ini, BRI menegaskan komitmennya sebagai bank penyalur KPR terbesar di Indonesia. Data internal menyebutkan portofolio KPR BRI telah menopang lebih dari 2 juta unit rumah hingga kuartal I 2026, dan program bunga rendah terbaru ini ditargetkan menambah 500 ribu unit baru dalam 12 bulan ke depan. Update selanjutnya, BRI akan menggelar pameran properti virtual skala nasional pada pekan depan untuk mempertemukan pengembang dan calon pembeli langsung.
Baca juga:
Comments (0)