Breaking: Wamendagri Desak Transformasi Kepemimpinan Perempuan di Daerah

JAKARTA – BARU SAJA, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menggemparkan forum pemerintahan dengan pernyataan kerasnya. Ia mendesak penguatan kepemimpinan perempuan yang transformatif ...

Jul 27, 2026 - 22:38
0 0
Breaking: Wamendagri Desak Transformasi Kepemimpinan Perempuan di Daerah

JAKARTA – BARU SAJA, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menggemparkan forum pemerintahan dengan pernyataan kerasnya. Ia mendesak penguatan kepemimpinan perempuan yang transformatif di seluruh jajaran pemerintah daerah (Pemda). Acara di Gedung Kemendagri itu dihadiri ratusan ASN perempuan dan aktivis gender.

Dalam kesempatan tersebut, Haluk menekankan bahwa kesetaraan gender bukan lagi sekadar wacana. “Kita harus bergerak cepat. Transformasi kepemimpinan perempuan adalah kunci birokrasi yang inklusif,” tegasnya. Pernyataan ini dilontarkan hanya beberapa jam lalu dan langsung memicu diskusi hangat.

Data Sebagai Senjata

Haluk memaparkan data mengejutkan. Hanya 8,9 persen kepala daerah di Indonesia adalah perempuan. Angka ini jauh dari target 30 persen yang dicanangkan pemerintah. “Tanpa data, kebijakan kita buta. Mulai hari ini, semua pemda harus membangun basis data gender yang kuat,” serunya. Ia juga meminta setiap daerah menyusun profil gender secara rinci untuk menjadi dasar perencanaan.

  • FAKTA KUNCI: 8,9% kepala daerah perempuan, 12,5% jabatan eselon II diisi perempuan.
  • SIAGA: Kemendagri akan mengaudit representasi gender di setiap provinsi.
  • TARGET: 20% kepemimpinan perempuan di pemda dalam dua tahun.

Strategi Transformasi

Wamendagri mencanangkan sejumlah langkah agresif. Pertama, pelatihan kepemimpinan eksklusif bagi aparatur sipil negara (ASN) perempuan. Program ini akan dimulai kuartal depan di 10 provinsi percontohan. Kedua, penerbitan surat edaran yang mewajibkan pemda menyediakan minimal dua kandidat perempuan untuk setiap jabatan strategis. Ketiga, pembentukan desk khusus di Kemendagri yang akan memonitor kemajuan tiap daerah.

  • UPDATE: Pelatihan dimulai Oktober 2026, menyasar 5.000 ASN perempuan.
  • KONFIRMASI: Surat edaran akan terbit pekan depan.
  • EVALUASI: Penghargaan “Pemda Responsif Gender” akan diberikan setiap tahun.

Ia menambahkan, kerja sama dengan universitas dan lembaga swadaya akan diperkuat untuk memastikan program berjalan efektif.

Tantangan Budaya

Haluk tidak menutup mata pada hambatan kultural. “Masih banyak yang meragukan kapasitas perempuan. Ini yang harus kita lawan dengan prestasi,” ujarnya. Ia mencontohkan beberapa daerah dengan bupati perempuan yang berhasil meningkatkan indeks pembangunan manusia. “Mereka buktinya. Kepemimpinan yang peduli, kolaboratif, dan berbasis data,” tambahnya. Meski demikian, ia mengakui tanpa perubahan pola pikir di masyarakat, target tersebut sulit tercapai.

Respons Publik

Pernyataan ini memicu gelombang dukungan dari pegiat gender. Sementara itu, beberapa kepala daerah menyatakan siap menjalankan arahan. “Kami akan segera bentuk gugus tugas,” kata seorang bupati saat dihubungi terpisah.

Haluk menutup dengan ajakan membangun ekosistem yang mendukung. “Saatnya perempuan berdiri di depan. Bukan karena kuota, tapi karena kualitas. Ayo kita wujudkan Indonesia yang setara,” pungkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User